Sahat : Digitalisasi Arsip, Dukung Peningkatan Layanan Karantina

Bekasi - Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Sahat M. Panggabean menyampaikan bahwa salah satu program kerjanya adalah digitalisasi pelayanan, termasuk di dalamnya menyangkut digitalisasi arsip yang membantu meningkatkan efektifitas pelayanan karantina. Hal tersebut Sahat sampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Kearsipan lingkup Badan Karantina Indonesia pada Kamis (30/5). 


"Untuk memperkuat,  memantapkan dan mengoptimalkan digitalisasi layanan karantina, perlu didukung dengan penetapan kebijakan, pembinaan dan pengelolaan kearsipan, serta sumber daya manusia dan sarana prasarana yang memadai," jelas Sahat. 


Menurut Sahat, digitalisasi arsip juga merupakan terobosan yang praktis di era saat ini dalam mengelola dokumen-dokumen pemerintahan. Melalui sintem digital, juga dapat menciptakan alur kerja yang lebih efisien baik dalam hal tenaga, waktu dan tempat pengelolaan dan layanan kearsipan.


"Dengan adanya sistem digital, pekerjaan menjadi lebih praktis. Dokumen bisa dibuka dimana saja dan kapan saja. Tidak perlu lagi susah mencari dokumen yang dibutuhkan, atau kesulitan membawa-bawa banyak dokumen kemana-mana," tambah Sahat.


Sahat menambahkan, bagi Pejabat Fungsional Arsiparis harus bisa memahami dan terampil memanfaatkan teknologi untuk mengelola arsip. Untuk mewujudkan budaya kearsipan dan literasi kearsipan yang tinggi, dibutuhkan kerja sama dan sinergi dari berbagai pihak dari pusat hingga daerah.


"Mari perkuat tekad kita, saya berharap pengelolaan kearsipan di Barantin dapat dijalankan dengan lebih baik dan lebih efisien, serta menunjang layanan karantina menjadi lebih mudah," tutup Sahat.


Sebagai informasi, terdapat lima program kearsipan yang akan diterapkan pada digitalisasi arsip Srikandi 3.0 tahun 2024. Kelima program ini meliputi regulasi, aksi, evaluasi, apresiasi dan duplikasi. Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Wisnu Haryana, selaku Sekretaris Utama Badan Karantina Indonesia.


Turut hadir Sutiana S.Kom M.AP selaku Arsiparis Ahli Madya, Pusat Data dan Informasi ANRI; Rayi Darmagara, SH, M.H selaku Ketua Tim Penelahaan Peraturan Kearsipan dan Bantuan Hukum; dan Wirastri Dyah Puspita S.E M.AP selaku Arsiparis Ahli Muda, Direktorat SDM Kearsipan dan Sertifikasi, sebagai narasumber dalam Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Kearsipan lingkup Badan Karantina Indonesia tersebut.


Author : Humas