Logo

Abdul Kadir Karding Terpilih sebagai Ketua Umum PB PERBASASI 2026–2030

31 Agustus 2026
178 dibaca
Abdul Kadir Karding Terpilih sebagai Ketua Umum PB PERBASASI 2026–2030

Kontributor

TANGERANG, 31 Agustus 2026 – Era baru baseball dan softball Indonesia dimulai. Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding terpilih secara mayoritas sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Perserikatan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (PB PERBASASI) periode 2026–2029 dalam Musyawarah Nasional (Munas) PERBASASI 2026 di Tangerang, Banten, Senin (31/8).

Karding menggantikan Andika Monoarfa yang telah memimpin PB PERBASASI pada periode sebelumnya. Munas dihadiri perwakilan Pengurus Provinsi (Pengprov) PERBASASI dari berbagai daerah di Indonesia, jajaran pengurus, insan baseball dan softball tanah air, serta perwakilan National Olympic Committee (NOC) Indonesia dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Pergantian kepemimpinan tersebut menjadi babak baru bagi PERBASASI dalam upaya memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan prestasi baseball dan softball Indonesia di tingkat nasional maupun internasional. Pengalaman Karding sebagai tokoh nasional diharapkan menjadi modal penting untuk membawa organisasi menuju tata kelola yang semakin profesional dan modern.

Dalam sambutan perdananya setelah terpilih, Karding menegaskan komitmennya untuk melanjutkan sekaligus mengakselerasi visi besar PERBASASI dengan mewujudkan organisasi yang Solid, Modern, Inklusif, dan Berprestasi. Karding sendiri baru dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia pada April 2026.

“PERBASASI harus menjadi organisasi yang solid, modern, inklusif, dan berprestasi. Kita ingin membangun ekosistem baseball dan softball yang kuat, mulai dari daerah hingga mampu bersaing di tingkat dunia,” ujar Karding.

Untuk mewujudkan visi tersebut, kepengurusan baru PB PERBASASI menyiapkan sejumlah program prioritas, salah satunya pembinaan atlet secara berjenjang untuk mengidentifikasi dan mengembangkan talenta muda secara berkelanjutan, mulai dari usia dini hingga jenjang prestasi.

PERBASASI juga akan memperkuat Tim Nasional melalui peta jalan prestasi yang jelas dan terukur. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing atlet Indonesia dalam berbagai kejuaraan regional, Asia, hingga dunia.

Program “Baseball-Softball Masuk Sekolah” menjadi agenda lainnya untuk memperluas basis pemain muda sekaligus memperkenalkan baseball dan softball melalui lingkungan pendidikan. Di sektor kompetisi, PB PERBASASI akan mendorong penyelenggaraan Liga Indonesia yang rutin, terstruktur, dan berjenjang dari tingkat akar rumput hingga elite.

Modernisasi organisasi akan diperkuat melalui digitalisasi dan pembangunan database nasional yang mencakup atlet, pelatih, klub, serta kompetisi. Sistem tersebut diharapkan mendukung proses pembinaan dan pengambilan keputusan organisasi yang lebih efektif dan berbasis data.

Selain pembinaan dan kompetisi, kepengurusan baru akan memperkuat kemandirian organisasi melalui kemitraan serta sinergi dengan pemerintah, termasuk Kemenpora, KONI, dan NOC Indonesia. Kerja sama dengan federasi internasional seperti World Baseball Softball Confederation (WBSC) dan Asian Softball Federation (ASF) juga akan terus ditingkatkan.

Karding menekankan bahwa pembangunan prestasi harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter insan baseball dan softball. Integritas, sportivitas, disiplin, dan kerja keras menjadi nilai penting yang harus ditanamkan kepada seluruh pelaku olahraga. “Kita ingin baseball dan softball Indonesia semakin kompetitif di ASEAN, Asia, dan dunia. Mari kita bangun PERBASASI bersama dan membawa olahraga ini menuju prestasi yang lebih tinggi, termasuk membuka jalan menuju Olimpiade,” tegas Karding.

Bagikan Berita