Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Abdul Kadir Karding, melakukan pertemuan koordinasi strategis dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, guna membahas penguatan tata kelola karantina dan perikanan nasional. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mengharmonisasikan peran kedua lembaga demi menjaga kedaulatan sumber daya hayati sekaligus memajukan kesejahteraan rakyat. Dalam sambutannya, Abdul Kadir Karding menegaskan bahwa dinamika yang terjadi selama ini merupakan ruang kolaborasi yang perlu ditata bersama.
"Kita mengemban misi yang sama. Barantin berfokus pada perlindungan sumber daya alam dari ancaman hama dan penyakit di pintu pemasukan, pengeluaran dan perbatasan, yang mana misi ini saling melengkapi dengan peran KKP di sektor kelautan dan perikanan," ujarnya.
Poin strategis yang menjadi fokus penguatan kerja sama Barantin dan KKP antara lain integrasi registrasi Perusahaan yang bertujuan untuk menciptakan skema registrasi terintegrasi yang tetap menghormati kewenangan masing-masing institusi; Harmonisasi Pengawasan Mutu untuk menghindari duplikasi.
Barantin juga mendorong penerapan single certificate di perbatasan untuk mengatasi dualisme sertifikasi yang selama ini menjadi perhatian. Sistem ini dirancang untuk menyederhanakan proses, meningkatkan efisiensi, serta memperkuat kredibilitas Indonesia di pasar global, dengan tetap mengintegrasikan peran KKP dalam menjamin mutu dan keamanan produk.
“Ini bukan pengambilalihan kewenangan, melainkan integrasi untuk menghadirkan satu sistem yang kuat dan kredibel di mata internasional,” tegasnya.
Dalam konteks global, Barantin memastikan bahwa berbagai langkah kebijakan, termasuk notifikasi kepada WTO dan penguatan kerja sama internasional seperti Mutual Recognition Agreement (MRA), tetap sejalan dengan kepentingan nasional sekaligus menjaga kepercayaan mitra dagang.
“Ke depan, sinergi ini akan diwujudkan secara konkret melalui penguatan kolaborasi di laboratorium maupun office. Saya menyambut baik kehadiran Bapak. Pada prinsipnya, Bapak Menteri menegaskan kesiapan penuh untuk berkolaborasi dan bersinergi dengan Barantin guna memperkuat daya saing serta akselerasi ekspor perikanan Indonesia,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono.
Upaya integrasi ini juga diperkuat melalui pengembangan sistem pertukaran data antar lembaga yang lebih terbuka dan terhubung, guna mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan akurat.
Dengan penguatan sinergi antara Barantin dan KKP, pemerintah menargetkan terciptanya tata kelola yang lebih solid, minim duplikasi, serta mampu melindungi sumber daya hayati sekaligus meningkatkan kelancaran perdagangan nasional dan global.




