Logo

Barantin Dan Pemprov Jatim Kolaborasi Resmikan Layanan Karantina Terintegrasi Pertama Di Indonesia

9 Mei 2026
88 dibaca
Barantin Dan Pemprov Jatim Kolaborasi Resmikan Layanan Karantina Terintegrasi Pertama Di Indonesia

Kontributor

Qory FK
Penulis
Qory FK
Qory FK
Editor
Qory FK
Qory FK
Fotografer
Qory FK

Sidoarjo - Badan Karantina Indonesia (Barantin) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmikan Instalasi Karantina Terpadu di kawasan Pasar Induk Puspa Agro, Sidoarjo, Jawa Timur pada Jumat (8/5). Peresmian tersebut menjadi momentum penting terutama dalam pengembangan layanan karantina modern yang terintegrasi dan terpadu di Indonesia.

"Puspa Agro ini menjadi instalasi karantina terpadu pertama di Indonesia, menjadikan layanan karantina hewan, ikan, dan tumbuhan menjadi satu kesatuan, juga terintegrasi dengan instansi terkait lainnya," ungkap Abdul Kadir Karding, Kepala Barantin saat melakukan peresmian instalasi karantina terpadu bersama Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur di kawasan Puspa Agro, Sidoarjo.

Gambar : Seorang petugas Karantina Jawa Timur tengah berjalan di depan gerbang masuk Instalasi Karantina Terpadu Jawa Timur di Sidoarjo (8/5).

Instalasi Karantina Terpadu Puspa Agro sendiri merupakan yang pertama kalinya di Indonesia, dimana layanan karantina hewan, ikan, dan tumbuhan hadir dalam satu lokasi yang terpadu, modern, dan representatif. Hal tersebut merupakan lompatan besar yang akan memangkas waktu, menyederhanakan birokrasi, dan menciptakan efisiensi yang selama ini diharapkan oleh para pelaku usaha.

Barantin Sebagai Economic Tools

Menurut Mas Karding, sapaan akrabnya, model layanan terintegrasi tersebut diharapkan mampu memangkas hambatan logistik dan memperkuat daya saing komoditas pertanian, perikanan, dan peternakan Indonesia, khususnya di Jawa Timur baik di pasar domestik maupun internasional. Kolaborasi antara Barantin dan pemerintah daerah Jawa Timur dalam pengoperasian dan optimalisasi Instalai Karantina Terpadu Jawa Timur tersebut juga menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah dalam mendorong kelancaran kegiatan perekonomian serta arus logistik baik impor, ekspor, maupun antar pulau.

Karding menjelaskan bahwa Barantin saat ini tidak hanya sekedar menjalankan fungsi pengawasan maupun pencegahan hama penyakit hewan, ikan, dan tumbuhan, namun Barantin juga mengemban misi sebagai economic tools untuk memfasilitasi perdagangan dengan tetap mengedepankan aspek kesehatan serta kekarantinaan. Kehadiran layanan karantina terpadu tersebut juga merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam memperkuat sistem perlindungan sumber daya alam hayati nasional agar dapat dimanfaatkan secara lestari sebagai modal penting bagi pembangunan nasional untuk memenuhi kebutuhan pangan (food), pakan (feed) dan energi (fuel), serta meningkatkan taraf hidup, kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Dasar th 1945.

Karding juga menekankan bahwa pembangunan Instalasi Karantina Terpadu Jawa Timur tersebut merupakan bagian dari strategi pengawasan berbasis risiko dan kebijakan economic tools dan fasilitasi perdagangan yang menjadi fokus utamanya, menjadi target kinerja saat baru dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto, di samping penguatan fondasi kelembagaan. Menurutnya, sejumlah peran strategis tersebut adalah bentuk dukungan Barantin terhadap Asta Cita Presiden dalam memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.

"Sebagai fungsi economic tools, Barantin sendiri adalah bagian dari National Logistics Ecosystem (NLE) Indonesia, dimana pelaksanaan tindakan karantina di pelabuhan dan bandar udara juga mempertimbangkan dampak terhadap percepatan dwelling time yaitu waktu penyelesaian proses clearance barang, kelancaran arus barang, serta penurunan biaya logistik," tegasnya.

Karding juga menyampaikan bahwa peran vital instalasi tersebut terletak pada dua sisi yang saling menguatkan.

Pertama, sebagai benteng terdepan bio-security nasional, dimana Provinsi Jawa Timur adalah gerbang utama lalu lintas komoditas pertanian dan perikanan nasional. Melalui Pelabuhan Tanjung Perak dan Bandara Juanda, arus barang terus mengalir deras. Tanpa instalasi karantina yang andal, pintu ini juga rawan menjadi jalur masuk ancaman Tumbuhan, Satwa, dan Ikan (TSL) yang dapat merusak sumber daya hayati kita. Kehadiran Puspa Agro akan memperkuat deteksi dini, pengawasan, dan tindakan karantina, memastikan bahwa hanya produk yang sehat, aman, dan sesuai standar yang beredar. Indonesia aman, rakyat pun sejahtera.

Kedua, sebagai fasilitator utama kemudahan ekspor, dimana instalasi ini dirancang sebagai onestop service yang mengintegrasikan tiga jenis pemeriksaan. Eksportir tidak perlu lagi berkeliling ke berbagai tempat. Cukup di Puspa Agro, seluruh sertifikasi kesehatan diterbitkan dengan layanan profesional. Dukungan laboratorium, area timbun seluas 7.000 m², serta akses logistik yang sangat dekat—hanya 8–12 km ke Bandara Internasional Juanda dan terhubung tol ke Tanjung Perak, adalah keunggulan kompetitif yang siap dimanfaatkan bersama. Karding yakin, layanan karantina terpadu tersebut akan sangat dirasakan manfaatnya, khususnya oleh para pelaku UMKM dan eksportir produk premium yang membutuhkan kecepatan dan kepastian.

“Perlindungan maksimal, pelayanan optimal, ialah janji Instalasi Karantina Terpadu Puspa Agro. Mari kita buktikan bersama bahwa Indonesia mampu menghadirkan sistem karantina yang modern, ramah usaha, dan selalu berpihak kepada kepentingan nasional," pungkas Karding.

Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang turut hadir pada acara tersebut, menekankan bahwa pihaknya akan secara optimal mendukung upaya yang dilakukan Barantin, terutama guna mendukung program Jatim Hub, sebagai gerbang baru nusantara.

Karantina Terpadu Jawa Timur sendiri merupakan bagian dari penguatan infrastruktur pelayanan publik dan perdagangan daerah. Menurutnya, fasilitas tersebut akan memberi dampak langsung terhadap percepatan layanan dan efisiensi distribusi barang. Sehingga pada waktu yang akan datang, arus logistik dari dan menuju pelabuhan dapat langsung terhubung ke kawasan Puspa Agro. Integrasi data antarinstansi juga akan semakin memperkuat proses penelusuran komoditas serta mendukung pengawasan ekspor dan impor yang lebih baik. Harapannnya adalah, Instalasi Karantina Terpadu Jawa Timur tersebut dapat menjadi model pengembangan layanan karantina terpadu di Indonesia, sekaligus mendorong terciptanya sistem logistik yang lebih efisien, transparan, dan kompetitif menuju Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara.

Sementara itu, Sokhib, Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Timur (Karantina Jawa Timur) menambahkan bahwa dalam kawasan Puspa Agro telah tersedia infrastruktur yang cukup lenglap, seperti laboratorium, fasilitas pengujian, layanan logistik, dan kepabeanan, yang menjadi modal penting dalam mewujudkan sistem pelayanan satu pintu.

Karding berharap bahwa melalui berbagai inovasi dan sinergi layanan karantina baik dengan pemerintah pusat maupun daerah dapat terus mendukung upaya hilirisasi dan peningkatan daya saing produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dan menjadikan layanan karantina di Instalasi Karantina Terpadu Kawasan Puspa Agro Jawa Timur tersebut mampu mempercepat proses dengan biaya yang lebih murah sehingga tidak membebani biaya logistik. Sekaligus dapat mengoptimalkan peningkatkan pengawasan karantina, percepatan dan akselerasi ekspor serta kelancaran arus logistik ke luar Jawa Timur. Karding menuturkan agar instalasi karantina terpadu tersebut juga dapat diduplikasi dan diimplementasikan di daerah-daerah lain, agar menjadi suatu keseragaman dalam pelaksanaan tindakan dan pengawasan karantina. Ia juga mengapresiasi seluruh pemangku kepentingan baik tingkat pusat, provinsi, serta instansi terkait lain yang bersama-sama bergerak mewujudkan layanan terpadu tersebut.

Gambar : Petugas Karantina Jawa Timur berdiri di dekat Hi-Co Scan yaitu alat pemindai peti kemas, untuk melakukan pemeriksaan isi kontainer tanpa membuka (8/5).

Acara peresmian juga turut dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Sekda Pemerintah Jawa Timur, jajaran OPD dan BUMD, Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, instansi terkait serta pelaku usaha dan asosiasi.

Narahubung :
Kepala Biro Hukum dan Humas, Sekretariat Utama Badan Karantina Indonesia

Siaran Pers Badan Karantina Indonesia
Nomor: 1105/R-barantin/05.2026
Sidoarjo, 8 Mei 2025

Bagikan Berita