Semarang - Karantina merupakan benteng biosekuriti utama sebuah negara dalam perdagangan internasional. Kehadiran Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (Karantina) Jawa Tengah berperan menjaga kelestarian alam hayati dari ancaman hama penyakit mencurigakan sekaligus memperlancar lalu lintas perdagangan komoditas pertanian dan perikanan.
“Seiring perkembangan global, karantina tidak bertindak sebagai penghambat (hambatan non-tarif), melainkan sebagai akselerator ekspor. Penerbitan Phytosanitary menjamin produk yang diekspor memenuhi standar Sanitary dan Phytosanitary (SPS) WTO, menghindari penolakan di negara tujuan, meningkatkan kepercayaan pasar internasional berkualitas dan bebas risiko biosekuriti, “ungkap Hari Yuwono Ady selaku Kepala Karantina Jawa Tengah.
Sejumlah 28 m3 olahan kayu karet dalam bentuk daun pintu senilai 810 juta rupiah akan diekspor ke Amerika Serikat. Petugas karantina melakukan serangkaian tindakan pemeriksaan guna meyakinkan produk kayu olahan tersebut dalam kondisi kering, bebas dari lubang gerekan serangga, tidak ditemukan kulit kayu, negatif dari keberadaan serangga hidup. Karantina Jawa Tengah menerbitkan Phytosanitary Certificate (PC) agar produk dapat langsung dibongkar di pelabuhan tujuan tanpa hambatan di Amerika Serikat.
Hasil pemeriksaan bebas OPTK dilanjutkan sertifikasi akan menghindari penolakan atau pemusnahan di pelabuhan tujuan. Langkah ini membuktikan kekuatan olahan kayu karet berdaya saing di pasar internasional dan bertransformasi menjadi produk bernilai tambah di sektor kancah perdagangan furniture dunia. Bahan baku kayu olahan diberi perlakuan heat treatment (Kiln Dry) untuk mengeleminasi potensi hama tersembunyi.
#KarantinaJateng
#JagaNegeri
#FasilitasiPerdagangan
#PerlindunganMaksimal
#PelayananOptimal




