Logo

Karantina Riau Dampingi Audit GACC di Perkebunan Kelapa Sawit, Pastikan Standar Keamanan Pangan dan GAP Terpenuhi

27 Juli 2026
7 dibaca
Karantina Riau Dampingi Audit GACC di Perkebunan Kelapa Sawit, Pastikan Standar Keamanan Pangan dan GAP Terpenuhi

Kontributor

Pekanbaru – Karantina Riau mendampingi pelaksanaan audit yang dilakukan oleh General Administration of Customs of China (GACC) di salah satu perkebunan kelapa sawit di Provinsi Riau. Audit ini merupakan bagian dari proses verifikasi pemenuhan persyaratan keamanan pangan bagi kebun yang akan memasok produk kelapa sawit ke pasar Tiongkok.

Kepala Karantina Riau, Abdur Rohman hadir secara langsung untuk memastikan seluruh rangkaian audit berjalan lancar serta mendukung perusahaan dalam memenuhi persyaratan teknis yang ditetapkan GACC. Pendampingan ini merupakan wujud komitmen Karantina Riau dalam memperkuat daya saing komoditas perkebunan Indonesia di pasar internasional.

Dalam audit tersebut, tim GACC melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap aspek budidaya, mulai dari penggunaan pupuk, jenis dan tata kelola pestisida, sistem penyimpanan bahan kimia pertanian, hingga penerapan praktik budidaya yang aman. Selain itu, auditor juga menelaah kelengkapan administrasi dan dokumentasi kebun, termasuk penerapan Good Agricultural Practices (GAP), ketertelusuran (traceability), pencatatan penggunaan sarana produksi, serta sistem pengendalian keamanan pangan yang diterapkan perusahaan.

Abdur Rohman menjelaskan bahwa Karantina memiliki peran strategis dalam mendampingi proses audit, khususnya pada aspek pemenuhan persyaratan sanitari dan fitosanitari, pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK), serta memastikan bahwa komoditas yang dihasilkan dan dilalulintaskan memenuhi standar negara tujuan ekspor.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keamanan pangan menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian utama dalam perdagangan internasional. Oleh karena itu, seluruh proses produksi harus dapat menjamin produk yang dihasilkan bebas dari cemaran yang dapat membahayakan kesehatan konsumen, memiliki sistem ketertelusuran yang baik, serta didukung administrasi yang lengkap dan terdokumentasi.

Bagikan Berita