Pontianak (17/06) - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Kalimantan Barat menggelar kegiatan In-House Training (IHT) Karantina Hewan bertajuk "Status dan Situasi Penyakit Bovine Tuberculosis (Bovine TB) dan Penyakit Hewan Menular Lainnya di Kalimantan Barat". Kegiatan ini menjadi langkah strategis instansi dalam meningkatkan kapasitas mitigasi risiko masuknya hama penyakit hewan karantina (HPHK) seiring lonjakan lalu lintas komoditas peternakan.
Tingginya lalu lintas ternak sepanjang tahun 2025 menjadi latar belakang utama urgensi kegiatan ini. Data statistik mencatat pemasukan sapi dari luar wilayah mencapai 8.700 ekor, kambing sebanyak 4.100 ekor, serta babi yang menyentuh angka 39.000 ekor. Mobilitas yang tinggi ini memperbesar potensi masuknya berbagai Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) seperti PMK, LSD, dan ASF, termasuk Bovine Tuberculosis yang bersifat zoonosis. Penguatan deteksi dini menjadi mutlak dilakukan mengingat belum tersedianya data surveilans yang komprehensif terkait Bovine TB di tingkat regional maupun nasional.
Kepala Karantina Kalbar, Ferdi dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi kokoh di seluruh pintu masuk atau border dan bersinergi dengan Otoritas Veteriner setempat. "Sinergi dan kolaborasi adalah kunci utama pertahanan hayati kita dikarenakan Kalimantan Barat memiliki lalu lintas ternak yang tinggi. Melalui pelatihan ini, diharapkan semua petugas dapat meningkatkan kemampuan laboratorium dalam mendeteksi bakteri ini secara cepat dan tepat." jelas Ferdi.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber ahli, Rahmat Setya Adji dari Pusat Riset Veteriner BRIN, yang memandu materi deteksi serta simulasi laboratorium penggunaan tuberkulin. Kepala Bidang Kesehatan Hewan Disbunnak Kalbar, Banter Wahyudi, turut hadir memberikan paparan peta situasi penyakit terkini di lapangan.
Pelatihan ini diharapkan mampu menyamakan persepsi pelaksanaan pemantauan langsung secara aktif di lapangan. Pemahaman taktis mengenai metode pengujian laboratorium ini menjadi modal utama dalam menjaga kedaulatan hayati daerah.