Tangerang, 12 September 2026 — Membangun generasi muda yang berani melihat sektor pertanian sebagai peluang usaha sekaligus memahami pentingnya keamanan hayati menjadi salah satu perhatian Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan banten (Karantina Banten).
Hal tersebut mengemuka dalam kunjungan Gerakan Muda Pembaharu Sawit Nusantara (SawitNus) ke Karantina Banten dalam rangka penjajakan kolaborasi penyelenggaraan seminar nasional bagi generasi muda. Melalui kolaborasi tersebut, Karantina Banten mendorong agar generasi muda, khususnya mahasiswa, tidak hanya memiliki keberanian untuk masuk dan mengembangkan bisnis di sektor pertanian, tetapi juga memiliki pemahaman mengenai regulasi perkarantinaan sebagai bagian penting dalam menjalankan usaha.

Di tengah meningkatnya perdagangan dan mobilitas komoditas pertanian, hewan, ikan, dan tumbuhan, peluang usaha di sektor tersebut semakin terbuka. Namun, peluang tersebut juga diiringi tantangan global, terutama dalam menjaga kesehatan hewan, kelestarian sumber daya hayati, keamanan pangan, serta mencegah masuk dan tersebarnya hama dan penyakit.
Karena itu, Karantina memiliki peran penting dalam memberikan edukasi kepada generasi muda bahwa kepatuhan terhadap regulasi karantina bukanlah hambatan dalam berusaha, melainkan bagian dari proses membangun usaha yang aman, berkualitas, dan mampu bersaing.
Kepala Balai Karantina Banten, Duma Sari M H, menyampaikan bahwa generasi muda memiliki peluang besar untuk menjadi pelaku utama dalam pengembangan sektor pertanian di masa depan.
“Kami ingin generasi muda melihat sektor pertanian bukan hanya sebagai sektor produksi, tetapi juga sebagai ruang untuk berinovasi dan membangun peluang usaha. Namun, ketika berbicara tentang perdagangan dan lalu lintas komoditas, pemahaman terhadap regulasi perkarantinaan menjadi hal yang tidak bisa dipisahkan,” ujar Duma
Menurutnya, pemahaman mengenai karantina perlu dikenalkan sejak lingkungan pendidikan agar generasi muda memiliki perspektif yang lebih utuh ketika nantinya terjun menjadi pelaku usaha, akademisi, maupun inovator di bidang pertanian.
Karantina hadir bukan untuk membatasi peluang, tetapi memastikan lalu lintas hewan, ikan, dan tumbuhan berlangsung sesuai ketentuan serta tetap menjaga keamanan hayati Indonesia. Kami berharap generasi muda dapat menjadi pelaku usaha yang berani, inovatif, sekaligus patuh terhadap regulasi,” tambahnya.
Semangat tersebut sejalan dengan rangkaian HUT Karantina ke-149 melalui program Quarantine Goes to Campus. Melalui program ini, Karantina Banten berupaya hadir lebih dekat dengan dunia pendidikan untuk memperkenalkan peran strategis perkarantinaan sekaligus membangun kesadaran generasi muda mengenai pentingnya menjaga kekayaan hayati dan ketahanan pangan Indonesia.
Kolaborasi dengan berbagai pihak diharapkan dapat menjadi jembatan antara dunia pendidikan, generasi muda, dunia usaha, dan Karantina, sehingga lahir generasi yang tidak hanya mampu membaca peluang, tetapi juga siap menghadapi tantangan perdagangan global dengan memenuhi standar dan regulasi yang berlaku.



