Logo

Karantina Bengkulu Gelar Vaksinasi Rabies Gratis di Pulau Baai, Warga Antusias

29 September 2026
183 dibaca
Karantina Bengkulu Gelar Vaksinasi Rabies Gratis di Pulau Baai, Warga Antusias

Kontributor

Bengkulu - Warga Bengkulu antusias mengikuti vaksinasi rabies gratis yang digelar Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Bengkulu di halaman Kantor ASDP Bengkulu, Pelabuhan Pulau Baai, Selasa (29/9).

Dalam kegiatan tersebut, Karantina Bengkulu menyiapkan 300 dosis vaksin rabies untuk anjing, kucing, serta hewan lain yang termasuk hewan penular rabies (HPR).

Sejak kegiatan dibuka, masyarakat datang membawa hewan peliharaannya untuk mendapatkan vaksinasi sekaligus pemeriksaan kesehatan.

Kepala Karantina Bengkulu Betty Fajarwati mengatakan, vaksinasi menjadi bagian dari upaya pencegahan dan pengendalian penyakit hewan sekaligus sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pencegahan rabies.

“Prinsipnya karantina itu adalah pencegahan dan pengendalian penyakit, terutama di pelabuhan-pelabuhan dan bandara,” ujar Betty, Selasa, (29/9).

Menurut dia, pemilihan Pelabuhan Pulau Baai sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Pelabuhan tersebut merupakan salah satu jalur pergerakan masyarakat dan hewan dari daratan Bengkulu menuju Pulau Enggano.

Karena itu, lalu lintas hewan melalui kawasan tersebut perlu mendapat perhatian agar tidak menjadi jalur masuk penyakit ke wilayah tujuan.

Betty menjelaskan, Pulau Enggano secara historis memiliki status bebas rabies. Kondisi itu perlu dijaga, terutama karena wilayah daratan Sumatera masih memiliki risiko penularan rabies.

Keberadaan anjing dan kucing yang belum divaksinasi, termasuk yang berkeliaran di sekitar kawasan pelabuhan, juga menjadi salah satu perhatian dalam upaya pencegahan.

Menurut Betty, vaksinasi tidak hanya ditujukan untuk melindungi hewan, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran pemilik agar memastikan kondisi kesehatan dan status vaksinasi hewan sebelum dibawa melintasi wilayah.

Ketua Panitia Vaksinasi Rabies BKHIT Bengkulu Hafli Hasibuan mengatakan, seluruh dosis vaksin diberikan secara gratis kepada masyarakat.

“Sebanyak 300 dosis vaksin kami siapkan untuk anjing, kucing, dan hewan lain yang termasuk HPR,” ujar Hafli.

Pihaknya berharap seluruh dosis yang tersedia dapat dimanfaatkan masyarakat.

Untuk memperluas informasi, Karantina Bengkulu juga telah menyebarkan informasi kegiatan melalui sejumlah saluran, termasuk kepada pihak pelayaran dan masyarakat.

“Kita kirimkan flyer kepada pelayaran, kepada masyarakat dan sebagainya supaya ada kesadaran untuk membebaskan daerah kita ini dari rabies,” kata Hafli.

Kegiatan vaksinasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Rabies Sedunia dan Hari Karantina Indonesia 2026. Pelaksanaannya juga dirangkaikan dengan Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan Nasional bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Selain vaksinasi, masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga lalu lintas hewan agar tidak menjadi jalur masuk dan tersebarnya penyakit.

Karantina Bengkulu menekankan bahwa pencegahan rabies tidak cukup dilakukan hanya melalui vaksinasi, tetapi juga melalui kepatuhan terhadap persyaratan kesehatan dan karantina saat membawa hewan antarwilayah.

Salah seorang warga Kelurahan Kandang, Kota Bengkulu, Mardian, menyambut positif kegiatan tersebut.

Ia berharap program vaksinasi dapat dilakukan secara lebih luas dan masyarakat semakin sadar pentingnya memastikan hewan peliharaan mendapat vaksinasi sebelum dibawa bepergian.

Bagi Karantina Bengkulu, kegiatan di Pulau Baai menjadi salah satu bentuk pencegahan langsung di titik pergerakan hewan. Dengan vaksinasi, pemeriksaan, dan edukasi yang dilakukan sejak dari pelabuhan, risiko penyebaran rabies menuju wilayah lain, termasuk Pulau Enggano, diharapkan dapat ditekan.

Narahubung:

Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat

Sekretariat Utama Badan Karantina Indonesia

Siaran Pers

Badan Karantina Indonesia

Nomor: 5109/R-Barantin/09.2026

Bengkulu, 29 September 2026

Bagikan Berita