Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sorong, Frengky Y. Wamafma, menjelaskan bahwa pemerintah daerah akan melaksanakan program pengembangan pertanian berupa cetak sawah.
“Sudah disiapkan lahan sebanyak 12.000 hektar di wilayah Papua Barat Daya, dan akan dilaksanakan secara bertahap sesuai hasil analisis dari survei, investigasi dan desain (SID),” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Karantina Papua Barat Daya, I Wayan Kertanegara, menyampaikan bahwa Karantina Papua Barat Daya siap mendukung program tersebut melalui pengawasan kesehatan media pembawa seperti benih dan tanaman yang akan dibawa masuk ke wilayah Papua Barat Daya.
Menurutnya, langkah ini penting untuk memastikan bahwa bibit yang digunakan dalam pengembangan lahan pertanian terbebas dari organisme pengganggu tumbuhan, sehingga tidak mengganggu produktivitas dan keberlanjutan sektor pertanian di daerah.
“Peran karantina adalah memastikan bibit dan tanaman yang digunakan sehat dan aman sehingga tidak merusak sumber daya hayati di Papua Barat Daya dan program pengembangan dapat berjalan optimal,” ujarnya.
Lebih lanjut, I Wayan juga menegaskan bahwa dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan sumber daya hayati yang juga berfungsi sebagai sumber pangan daerah. 

