JAKARTA (28/08) Guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas dan fungsi perkarantinaan, Karantina DKI Jakarta menyelenggarakan kegiatan sarasehan bersama para pemangku kepentingan (stakeholder) di lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok. Mengusung tema "Perkuat Kolaborasi dalam rangka mitigasi Ancaman Biosecurity dan Kelancaran Arus Barang di Pelabuhan Tanjung Priok", agenda ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi, komunikasi, dan sinergi antar instansi.
Kepala Karantina DKI Jakarta, Amir Hasanuddin, menegaskan bahwa sinergi lintas instansi merupakan fondasi utama dalam menjaga sistem perkarantinaan di pintu pemasukan utama negara. "Kolaborasi yang solid antara Karantina DKI Jakarta dengan seluruh stakeholder di Pelabuhan Tanjung Priok adalah kunci utama dalam memitigasi ancaman biosecurity. Melalui sarasehan ini, kita menyelaraskan langkah untuk memperkuat sinergi pengawasan sekaligus memastikan kelancaran arus barang agar pelayanan publik dan kelancaran logistik nasional dapat berjalan optimal," tegas Amir.
Turut hadir Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Priok, Bea dan Cukai Pelabuhan Tanjung Priok, Imigrasi Pelabuhan Tanjung Priok, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, Pimpinan Terminal Operator Pelabuhan Tanjung Priok dan stakeholder lain lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok. Selain pihak eksternal pelabuhan, kegiatan ini juga mengundang jajaran internal Badan Karantina Indonesia, seperti Pusat Data dan Sistem Informasi, Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia, Karantina Uji Standar, Karantina Uji Terap Teknik dan Metoda.
Melalui forum sarasehan ini, berbagai respon dan masukan yang disampaikan oleh para peserta akan dijadikan sebagai masukan dan langkah perbaikan strategis. Hal tersebut ditujukan untuk memperkuat tata kelola kolaborasi, sinergitas dan koordinasi koordinasi kelembagaan di lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok ke depannya.
#KarantinaJakarta #UjiBandingLaboratorium #LaboratoriumKarantina #PelindunganMaksimalPelayananOptimal







