Logo

Karantina Kaltim Lakukan Pemeriksaan Kerapu Hidup Tujuan Hongkong

3 Juli 2026
4 dibaca
Karantina Kaltim Lakukan Pemeriksaan Kerapu Hidup Tujuan Hongkong

Berau (3/7) – Badan Karantina Indonesia melalui Karantina Kalimantan Timur, Satuan Pelayanan Pelabuhan Berau, melaksanakan tindakan karantina terhadap komoditas perikanan yang akan diekspor ke Hong Kong pada 2–3 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan sebagai upaya mencegah masuk, keluar, dan tersebarnya hama serta penyakit karantina, sekaligus menjamin kesehatan media pembawa yang dilalulintaskan ke luar negeri.

Sebanyak 9.794 ekor ikan kerapu hidup milik PT Nagama Samudra dengan nilai ekonomi mencapai Rp1.775.162.500 telah menjalani serangkaian tindakan karantina sebelum diberangkatkan menggunakan MV Great Fourtune menuju Hong Kong. Pemeriksaan meliputi verifikasi dokumen, pemeriksaan fisik media pembawa, kesesuaian jenis dan jumlah komoditas, serta memastikan ikan dalam kondisi sehat dan memenuhi persyaratan sanitari negara tujuan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh media pembawa dinyatakan memenuhi persyaratan karantina sehingga Karantina Kalimantan Timur menerbitkan Health Certificate (KI-1) sebagai dokumen resmi yang menyatakan komoditas layak diekspor sesuai persyaratan kesehatan yang berlaku.

Kepala Karantina Kalimantan Timur, Arum KD, menegaskan bahwa tindakan karantina merupakan bagian penting dalam menjaga kelestarian sumber daya hayati sekaligus meningkatkan kepercayaan negara tujuan terhadap komoditas perikanan Indonesia.

"Kami memastikan seluruh ikan yang diekspor telah melalui tindakan karantina, dalam kondisi sehat, serta bebas dari Hama dan Penyakit Ikan Karantina (HPIK). Hal ini merupakan wujud komitmen Karantina dalam mendukung peningkatan ekspor nasional sekaligus menjaga kepercayaan negara tujuan terhadap mutu dan kualitas komoditas perikanan Indonesia," ujar Arum.



Ia menambahkan bahwa pelayanan karantina tidak hanya bertujuan mendukung kelancaran arus perdagangan, tetapi juga berperan penting dalam menjaga biosekuriti nasional. Karantina Kalimantan Timur akan terus memperkuat sinergi dengan pelaku usaha, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan untuk mendukung peningkatan ekspor komoditas perikanan dari Kalimantan Timur agar semakin

Bagikan Berita