Jakarta – Besarnya potensi kelautan dan perikanan Indonesia perlu diiringi dengan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, adaptif, inovatif, dan berintegritas. Penguatan SDM menjadi salah satu kunci untuk mengoptimalkan potensi tersebut sekaligus mempercepat terwujudnya swasembada pangan.
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) Abdul Kadir Karding saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Perikanan dan Kongres Himpunan Mahasiswa Perikanan Indonesia (HIMAPIKANI) ke-XVII di Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2026.
Karding mengatakan, Indonesia merupakan negara kepulauan dengan potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang sangat besar. Indonesia memiliki sekitar 17.504 pulau, wilayah perairan sekitar 6,4 juta kilometer persegi, potensi sumber daya ikan tangkap sekitar 12,01 juta ton per tahun, serta potensi lahan budidaya sekitar 17,91 juta hektare.
Namun, menurutnya, besarnya potensi tersebut tidak secara otomatis menjamin kesejahteraan masyarakat maupun swasembada pangan.
“Potensi besar tanpa SDM unggul tidak akan optimal. Teknologi tanpa SDM kompeten tidak berdampak. Kebijakan tanpa integritas tidak efektif. Dan tanpa keberlanjutan, sumber daya akan habis,” ujar Karding.
Ia menjelaskan, SDM perikanan dan kelautan memiliki peran strategis dalam mempercepat pembangunan sektor perikanan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Pertama, SDM menjadi penggerak produktivitas melalui peningkatan efisiensi penangkapan, budidaya, dan pengolahan, sekaligus mengoptimalkan sumber daya secara berkelanjutan.
Kedua, SDM menjadi motor inovasi teknologi dengan mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), digitalisasi, serta modernisasi alat tangkap dan budidaya menuju konsep smart fisheries.
Ketiga, SDM berperan sebagai penguat ketahanan pangan dengan menyediakan sumber protein ikan nasional, mendukung diversifikasi pangan laut, serta mengurangi ketergantungan terhadap impor.
“Kalau kita ingin menjadikan laut sebagai salah satu kekuatan utama ketahanan pangan, maka kita membutuhkan manusia-manusia yang mampu mengelola sumber daya tersebut dengan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan tetap menjaga keberlanjutannya,” kata Karding.
Selain itu, SDM juga memiliki peran dalam menciptakan nilai tambah melalui pengembangan industri hilir perikanan, produk olahan, dan bioteknologi sehingga mampu meningkatkan daya saing produk perikanan Indonesia di tingkat global.
Di sisi lain, penguatan SDM juga diperlukan untuk menjaga keberlanjutan sumber daya laut melalui perlindungan ekosistem dan penerapan praktik perikanan berkelanjutan. SDM perikanan dan kelautan juga menjadi penggerak ekonomi pesisir melalui peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan UMKM perikanan, dan pengurangan kesenjangan wilayah.
Karding menambahkan, kualitas SDM perikanan dan kelautan juga memiliki peran dalam memperkuat posisi Indonesia di tingkat global, termasuk melalui peningkatan standar mutu dan pengembangan ekonomi biru.
Menurutnya, investasi pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada teknologi dan infrastruktur. Investasi terhadap manusia justru menjadi fondasi penting untuk memastikan potensi perikanan dan kelautan Indonesia dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.
“Swasembada pangan laut hanya bisa tercapai jika SDM kita unggul, adaptif, inovatif, dan berintegritas. Investasi utama bukan hanya pada teknologi, tetapi pada manusia. Masa depan perikanan Indonesia ditentukan oleh kualitas SDM-nya,” tegas Karding.
Ia berharap mahasiswa perikanan dan kelautan dapat mengambil peran lebih besar dalam pembangunan sektor tersebut. Menurutnya, generasi muda tidak hanya perlu memahami potensi sumber daya yang dimiliki Indonesia, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi dan solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan perikanan dan kelautan.
“Mahasiswa perikanan dan kelautan adalah bagian dari masa depan sektor ini. Karena itu, teruslah belajar, berinovasi, dan membangun kompetensi. Indonesia membutuhkan SDM yang tidak hanya mampu melihat besarnya potensi laut, tetapi juga mampu mengelolanya untuk kesejahteraan masyarakat,” pungkas Karding.

