Logo

Kawal Keamanan dan Mutu Pangan di Sulut, Barantin Perketat Pengawasan Komoditas Selama Ramadan

20 Februari 2026
0 dibaca
Kawal Keamanan dan Mutu Pangan di Sulut, Barantin Perketat Pengawasan Komoditas Selama Ramadan

Manado – Memasuki awal bulan Ramadan, Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) Sulawesi Utara terus memperkuat pengawasan di seluruh pintu pemasukan dan pengeluaran, seperti pelabuhan laut dan bandara. Langkah ini adalah konsistensi Barantin dalam menjalankan tugas penguatan biosekuriti untuk memastikan keamanan dan mutu pangan bagi masyarakat tetap terjaga, di tengah tren meningkatnya arus distribusi barang dan mobilitas penumpang selama Ramadan hingga Idulfitri mendatang.

Kepala Karantina Sulawesi Utara, Agus Mugiyanto menegaskan bahwa kesiapsiagaan petugas karantina secara rutinitas berjalan 24 jam selama seminggu atau 24/7. Namun, pada masa hari besar keagamaan ini, intensitas pemeriksaan fisik dan dokumen semakin meningkat.

“Peningkatan pengawasan ini bertujuan untuk menjamin bahwa setiap bahan pangan yang keluar masuk wilayah Sulawesi Utara benar-benar sehat, aman, dan bebas dari Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK), Hama Penyakit Ikan Karantina (HPIK), dan maupun Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK),” jelas Agus dalam siaran pers di Manado, Sulawesi Utara, Jumat (20/02).

"Karantina Sulawesi Utara selalu siap siaga, dan sepanjang Ramadan hingga Idulfitri nanti, tugas ini kami perkuat lagi. Kami ingin masyarakat merasa tenang bahwa bahan pangan yang dilalulintaskan antarpulau, untuk keperluan sahur dan berbuka telah melalui pemeriksaan karantina yang ketat," ujarnya.

Berdasarkan tren tahunan, Agus menyebutkan periode Ramadan hingga Idulfitri selalu diikuti dengan lonjakan frekuensi dan volume pengiriman komoditas bahan pangan.

Data Best Trust (Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology) mencatat adanya peningkatan volume pengiriman pada komoditas seperti telur sebanyak 746 ton dari bulan biasanya 592 ton atau naik sebesar 26,01%. Frekuensinya naik sebesar 770 kali pengiriman dari bulan biasa 470 kali atau naik 63,83%.

Contoh lainnya komoditas daging sapi sebesar 14,78 ton dari bulan biasanya 13,82 ton atau naik 6,94%. Frekuensinya meningkat dari 27 kali menjadi 43 kali pengiriman untuk daging sapi atau sebesar 59,26%.

Selain jalur logistik rutin, petugas karantina juga mewaspadai peningkatan barang bawaan penumpang kapal laut seiring dimulainya pergerakan mudik lebih awal. Pejabat karantina di lapangan secara konsisten melakukan pemeriksaan berlapis terhadap setiap komoditas.

“Pengawasan ini menjadi krusial untuk memitigasi risiko masuknya penyakit lintas wilayah yang dapat mengancam sumber daya alam hayati, terutama saat mobilitas barang mencapai puncaknya di arus mudik nanti. Di Sulawesi Utara, petugas karantina siaga pengawasan di Bandara Sam Ratulangi, Pelabuhan Manado, Bitung, Tahuna, Siau, hingga Melonguane,” tutur Agus.

"Lonjakan lalu lintas komoditas di pelabuhan dan bandara tidak boleh melonggarkan standar biosekuriti. Kami pastikan seluruh komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan yang melintas telah melalui pemeriksaan karantina yang ketat demi keamanan pangan nasional," pungkasnya.

Upaya penguatan pengawasan ini akan terus disiagakan tanpa henti hingga puncak arus mudik dan balik Lebaran mendatang. Hal ini menjadi prioritas utama Karantina Sulawesi Utara dalam memberikan pelindungan maksimal bagi masyarakat serta mendukung kelancaran distribusi pangan yang aman, sehat, dan bermutu tinggi di seluruh wilayah.

Narahubung:
Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Utama Badan Karantina Indonesia

Siaran Pers Badan Karantina Indonesia
Nomor: 2902/R-Barantin/02.2026
Manado, 20 Februari 2026

Bagikan Berita