Logo

Kepala Badan Karantina Indonesia Lepas Ekspor Komoditas Unggul Maluku, Dorong Produk Maluku Tembus Pasar Global

22 September 2026
23 dibaca
Kepala Badan Karantina Indonesia Lepas Ekspor Komoditas Unggul Maluku, Dorong Produk Maluku Tembus Pasar Global

Kontributor

Ambon — Dari laut Maluku menuju pasar dunia. Semangat itu terasa kuat dalam kegiatan Pelepasan Ekspor Komoditas Unggul Maluku dan Temu Pelaku Usaha serta UMKM yang dipusatkan di kawasan PT Maluku Prima Makmur, Negeri Tawiri, Kota Ambon, Selasa (22/9/2026).

Kehadiran Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam mendorong komoditas unggulan Maluku agar semakin berdaya saing dan mampu menembus pasar internasional.

Hari itu, sejumlah produk perikanan unggulan Maluku secara resmi dilepas menuju pasar ekspor. Bukan sekadar angka dan volume, setiap pengiriman membawa cerita tentang potensi laut Maluku, kerja keras pelaku usaha, serta kolaborasi berbagai pihak yang mengawal produk daerah hingga memenuhi standar pasar global.

Tiga pelaku usaha turut melakukan ekspor dengan komoditas unggulannya. PT Peduli Laut Maluku melepas Fresh Tuna Whole sebanyak 2 ton senilai Rp217 juta dengan tujuan Jepang. Selain itu, sebanyak 1 ton Fresh Tuna Whole senilai Rp204 juta juga dikirim menuju Amerika Serikat.

Dari sektor tuna olahan, PT Harta Samudera mengekspor Frozen Tuna Loin sebanyak 26 ton senilai Rp3,74 miliar dengan tujuan Vietnam.

Sementara itu, CV Samudera Keris Jaya turut membawa komoditas khas Maluku ke pasar internasional melalui ekspor Kepiting Bakau Hidup sebanyak 1 ton senilai Rp95 juta dengan tujuan Singapura.

Rangkaian ekspor tersebut menjadi gambaran nyata bahwa komoditas perikanan Maluku tidak hanya memiliki potensi besar, tetapi juga mampu memenuhi tuntutan pasar internasional ketika didukung oleh tata kelola, standar mutu, dan kolaborasi yang kuat.

Dalam sambutannya, Abdul Kadir Karding menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Maluku, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Maluku, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah bersinergi dalam menginisiasi kegiatan tersebut.

Menurutnya, sejarah Maluku sebagai wilayah maritim dan bagian penting dari jaringan perdagangan dunia harus terus diterjemahkan menjadi kekuatan ekonomi di era modern. “Warisan kejayaan maritim dan relasi perdagangan global tersebut harus terus kita transformasikan sebagai kekuatan utama di era modern ini.”

Ia menilai pelepasan ekspor tersebut menjadi penegas bahwa produk kebanggaan Maluku, khususnya Tuna dan Kepiting Bakau, telah menunjukkan kapasitas untuk memenuhi standar dan permintaan pasar global.

“Pencapaian ini merepresentasikan wujud nyata dari kerja keras dan kolaborasi lintas sektor, sekaligus menjadi langkah konkret kita dalam mendukung kemandirian ekonomi bangsa,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Badan Karantina Indonesia menegaskan perannya tidak hanya sebagai garda terdepan dalam melindungi sumber daya hayati, tetapi juga sebagai trade facilitator yang membantu kelancaran perdagangan komoditas daerah.

Melalui pengawasan, pemenuhan persyaratan kesehatan dan mutu, serta fasilitasi perdagangan, Karantina hadir untuk memastikan produk Maluku dapat diterima dengan baik oleh negara tujuan.

“Guna mengoptimalkan potensi yang sangat besar ini, kami sangat mendukung langkah proaktif Provinsi Maluku melalui Tim Percepatan Ekspor, yang terus bersinergi dengan instansi vertikal, lembaga karantina, bea cukai, serta dunia usaha guna mendorong peningkatan performa ekspor daerah,” jelasnya.

Menurutnya, semakin mudah dan lancar proses ekspor langsung dari daerah, semakin besar pula peluang nilai tambah ekonomi dirasakan di Maluku, termasuk melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Tidak berhenti pada seremoni pelepasan ekspor, kegiatan juga dirangkaikan dengan Temu Pelaku Usaha dan UMKM. Forum ini menjadi ruang bertemunya pemerintah, pelaku usaha, UMKM, serta pemangku kepentingan untuk membangun komunikasi dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas.

Abdul Kadir Karding menegaskan bahwa keberhasilan ekspor tidak dapat dibangun oleh satu pihak saja. “Sinergi yang kuat dan berkesinambungan antara pemerintah, lembaga karantina, sektor swasta, dan UMKM adalah kunci utama keberhasilan. Melalui kolaborasi ini, Badan Karantina Indonesia akan terus memastikan para pelaku usaha mendapatkan fasilitasi pendampingan, kepastian mutu, serta kemudahan akses menuju pasar global,” ungkapnya.

#KarantinaMaluku

#PerlindunganMaksimalPelayananOptimal

Bagikan Berita