Logo

Kepala Barantin Tinjau Instalasi Karantina Tumbuhan Komoditas Rempah di Mojokerto

16 Mei 2026
59 dibaca
Kepala Barantin Tinjau Instalasi Karantina Tumbuhan Komoditas Rempah di Mojokerto

Kontributor

Agung
Penulis
Agung
Agung
Editor
Agung
Agung
Fotografer
Agung

Mojokerto (16/5) – Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Abdul Kadir Karding meninjau Instalasi Karantina Tumbuhan (IKT) komoditas rempah di salah satu perusahaan pengolahan dan ekspor rempah di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan dan kepatuhan terhadap standar mutu komoditas ekspor guna mendukung kelancaran perdagangan internasional.

Dalam kunjungan tersebut, Abdul Kadir Karding melihat secara langsung proses pengolahan berbagai komoditas rempah unggulan Indonesia, seperti kayu manis, jahe, kunyit, dan cengkeh yang diekspor ke sejumlah negara tujuan, antara lain Jepang, Amerika Serikat, dan Meksiko.

Kepala Barantin juga meninjau aspek kualitas produksi, mulai dari proses produksi, pengemasan, hingga sistem penanganan produk yang diterapkan perusahaan untuk menjaga mutu dan keamanan komoditas sebelum diberangkatkan ke negara tujuan ekspor.

Menurut Abdul Kadir Karding, penguatan pengawasan karantina menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan pasar internasional terhadap produk pertanian Indonesia.

“Sebelum diekspor tentunya komoditas rempah telah melalui pemeriksaan karantina guna memastikan standar kualitas komoditas telah sesuai dengan persyaratan negara tujuan. Hal ini penting agar komoditas yang akan diekspor telah dipastikan sehat dan aman sehingga diterima dengan baik di negara tujuan,” ujar Abdul Kadir Karding.

Beliau juga menegaskan, upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen Barantin dalam mendorong akselerasi ekspor sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Dengan keamanan dan kualitas yang terjaga, kami ingin akselerasi ekspor berjalan semakin baik sehingga mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” tambahnya

Kepala Karantina Jawa Timur, Sokhib, dalam kesempatan tersebut mengungkapkan bahwa pentingnya sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam menjaga kualitas komoditas ekspor, khususnya rempah-rempah Indonesia yang memiliki daya saing tinggi di pasar global. Kolaborasi yang kuat mampu memperluas akses pasar dan meningkatkan perekonomian daerah.

Bagikan Berita