Samarinda (3/7) – Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBKHIT) Kalimantan Timur menerima Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI dalam rangka menyerap aspirasi serta memperkuat sinergi pengawasan lalu lintas komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan di Kalimantan Timur.
Kegiatan diawali dengan peninjauan fasilitas pelayanan karantina, kemudian dilanjutkan dengan dialog bersama Badan Karantina Indonesia, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, pelaku usaha, BUMN, serta para pemangku kepentingan.
Dalam sambutannya, Kepala BBKHIT Kalimantan Timur menyampaikan bahwa Kalimantan Timur memiliki posisi strategis sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), sehingga diperlukan sistem karantina yang semakin kuat untuk melindungi sumber daya hayati sekaligus mendukung kelancaran perdagangan dan ekspor.
Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI menegaskan komitmen DPR RI dalam memperkuat Badan Karantina Indonesia melalui peningkatan kelembagaan, regulasi, dan dukungan anggaran guna menjaga Indonesia dari ancaman hama dan penyakit sekaligus meningkatkan daya saing komoditas nasional.

Dialog berlangsung interaktif dengan membahas berbagai isu strategis, antara lain penyederhanaan regulasi ekspor, sinkronisasi kewenangan antarinstansi, percepatan pelayanan karantina, perubahan badan usaha eksportir, hingga tantangan logistik akibat belum tersedianya penerbangan langsung menuju negara tujuan ekspor.
Melalui kunjungan kerja ini diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan sistem karantina yang modern, efektif, serta mampu mendukung peningkatan ekspor dan perlindungan sumber daya alam hayati Indonesia.
Barantin Kuat, perlindungan maksimal & pelsyanan optimal. Dukungan penuh perlindungan negara, ketahan pangan & biosecuriry nasional.



