Logo

Nilai Ekspor Bonggol Jagung Sumut ke Jepang Tembus Rp1 Miliar, Barantin Kawal Kualitas Komoditas

31 Agustus 2026
380 dibaca
Nilai Ekspor Bonggol Jagung Sumut ke Jepang Tembus Rp1 Miliar, Barantin Kawal Kualitas Komoditas

Medan – Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina Sumatera Utara) kembali mengawal pengiriman komoditas pertanian ke pasar internasional. Sebanyak 126.000 kilogram bonggol jagung giling diperiksa sebelum dikirim untuk memenuhi permintaan industri di Jepang, Jumat (28/8/2026).

Kinerja ekspor komoditas tersebut menunjukkan tren positif dari sisi nilai ekonomi. Sepanjang 2026, nilai ekspor bonggol jagung giling mencapai Rp1.089.039.000 dari lima kali pengiriman. Nilai tersebut meningkat dibandingkan 2025 yang mencapai Rp451.562.000 dari tujuh kali pengiriman.

Sebelum diberangkatkan, petugas Karantina Sumatera Utara melakukan serangkaian tindakan karantina, mulai dari pemeriksaan administrasi dan fisik hingga pengambilan sampel untuk pengujian laboratorium.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan komoditas yang diekspor memenuhi persyaratan kesehatan tumbuhan dan terbebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).

Selain itu, Karantina juga mengawasi pelaksanaan perlakuan fumigasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hasil pemeriksaan menjadi dasar penerbitan phytosanitary certificate atau sertifikat kesehatan tumbuhan sebagai salah satu dokumen persyaratan ekspor.

Kepala Karantina Sumatera Utara, N. Prayatno Ginting, mengatakan pihaknya terus berkomitmen memberikan pelayanan sekaligus memastikan setiap komoditas yang dilalulintaskan memenuhi persyaratan karantina negara tujuan.

“Kami akan terus berupaya maksimal mendorong ekspor agar berjalan lebih baik, lancar, dan aman sesuai dengan persyaratan karantina,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima di Medan, Senin, (31/8).

Menurut Prayatno, pelayanan karantina yang profesional dan responsif menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran perdagangan sekaligus meningkatkan daya saing komoditas unggulan daerah.

Pengiriman bonggol jagung giling ke Jepang tersebut menunjukkan bahwa komoditas pertanian asal Sumatera Utara memiliki peluang untuk terus dikembangkan di pasar internasional.

Melalui pengawasan dan fasilitasi ekspor, Barantin berkomitmen memastikan komoditas Indonesia dapat memenuhi standar negara tujuan sekaligus mendorong peningkatan nilai ekonomi bagi pelaku usaha dan daerah.

Narahubung:
Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Utama Badan Karantina Indonesia

Siaran Pers
Badan Karantina Indonesia
Nomor: 3908/R-Barantin/08.2026
Sumatera Utara, 31 Agustus 2026

Bagikan Berita