Logo

Puncak PENAS XVII: Teknologi Hadir, Petani & Nelayan Makin Berdaya Saing

24 Juni 2026
10 dibaca
Puncak PENAS XVII: Teknologi Hadir, Petani & Nelayan Makin Berdaya Saing

Kontributor

Gorontalo - Puncak Pekan Nasional Petani dan Nelayan Andalan XVII (PENAS XVII) Tahun 2026 berlangsung meriah dan menjadi pekan penting bagi penguatan sektor pertanian dan perikanan nasional. Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto tersebut mempertemukan petani, nelayan, penyuluh, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan dari seluruh Indonesia. 

Mengusung tema “Transformasi Teknologi dalam Mendukung Swasembada Pangan Nasional”, kegiatan yang digelar si Sport Center Limboto, Kabupaten Gorontalo ini menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi, mendorong inovasi, serta mempercepat pemanfaatan teknologi dalam sektor pertanian dan perikanan guna meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta daya saing komoditas nasional.

Acara diawali dengan laporan Ketua Panitia Penyelenggara sekaligus Ketua Umum KTNA Nasional Muhammad Yadi Sofyan Noor, dilanjutkan dengan laporan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, serta sambutan Presiden Republik Indonesia.

Dalam sambutannya, presiden menegaskan kedekatan historis antara dirinya dengan petani dan nelayan Indonesia, yang menurutnya telah terjalin sejak lama. Presiden Prabowo menyebut bahwa pengabdiannya sebagai mantan prajurit menjadi alasan kedekatan tersebut.

“Saya mantan prajurit Indonesia, dan prajurit Indonesia dari lahirnya tentara Indonesia, prajurit Indonesia, tentara Indonesia selalu didukung oleh petani dan nelayan, selalu dibantu oleh petani dan nelayan,” ucap Presiden.

Sementara itu, Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding menyampaikan bahwa modernisasi sektor pertanian dan perikanan memerlukan dukungan sistem yang cepat, efektif, dan terintegrasi, termasuk pada aspek perkarantinaan.

“Transformasi teknologi menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem pertanian dan perikanan nasional, termasuk dalam layanan perkarantinaan. Badan Karantina Indonesia berkomitmen mendukung kelancaran lalu lintas komoditas melalui penguatan sistem pengawasan dan pelayanan yang efektif agar komoditas Indonesia memiliki daya saing tinggi dan mampu mendukung swasembada pangan nasional,” ujarnya.

Bagikan Berita