Hudiansyah Is Nursal, selaku Plt Kepala Balai Karantina Jawa Timur, didapuk sebagai narasumber utama, menjelaskan mengenai urgensi penyelenggaraan perkarantinaan hewan, ikan, dan tumbuhan. Karantina mengemban tugas dan fungsi mencegah masuk, keluar, dan tersebarnya hama dan penyakit hewan, ikan, dan tumbuhan yang dapat mengancam kesehatan, keamanan pangan, perekonomian, serta kelestarian sumber daya alam hayati.
“Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan memiliki keterkaitan yang erat dengan penyelenggaraan perkarantinaan. Dokter hewan tidak hanya berperan dalam menjaga kesehatan hewan, tetapi juga memiliki peran dalam mendukung biosekuriti nasional dan mencegah penyebaran penyakit melalui lalu lintas hewan dan produk hewan,” ujar Hudiansyah.
Lebih lanjut, mahasiswa juga diperkenalkan mengenai pelaksanaan tindakan karantina ekspor, impor maupun antararea, termasuk pentingnya pemenuhan persyaratan karantina sebelum hewan, ikan, tumbuhan, maupun produk turunannya dilalulintaskan.
Melalui kegiatan Karantina Goes to Campus, Balai Karantina Jawa Timur berharap mahasiswa dapat memahami pentingnya perkarantinaan sebagai bagian dari sistem perlindungan sumber daya hayati Indonesia. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk memperkuat sinergi antara Balai Karantina Jawa Timur dan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga dalam meningkatkan edukasi dan literasi perkarantinaan bagi generasi muda.
Balai Karantina Jawa Timur terus berkomitmen membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan, dalam memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya karantina sebagai bagian dari upaya melindungi kelestarian sumber daya hayati Indonesia.


