Logo

Tak Lagi Sekadar Jaga Pintu Masuk, Karantina Papua Dorong Ekspor dan Layani Masyarakat

9 Oktober 2026
103 dibaca
Tak Lagi Sekadar Jaga Pintu Masuk, Karantina Papua Dorong Ekspor dan Layani Masyarakat

Kontributor

Editor
Wem
Fotografer
Admin UPT Papua

Jayapura - Balai Besar Karantina Papua memperluas perannya dari pengawasan di pintu masuk dan keluar wilayah menjadi institusi yang juga mendukung fasilitasi perdagangan sekaligus menghadirkan pelayanan langsung kepada masyarakat.

Transformasi tersebut menjadi pesan utama dalam rangkaian Hari Karantina Indonesia ke-149 dan HUT ke-3 Badan Karantina Indonesia (Barantin) yang digelar di Kota Jayapura.

Kepala Balai Besar Karantina Papua Krisna Dwiharniati mengatakan, perkembangan perdagangan dan mobilitas komoditas membuat tugas karantina tidak lagi berhenti pada pemeriksaan di perbatasan.

Karantina juga berperan membantu komoditas daerah memenuhi persyaratan karantina dan ketentuan negara tujuan agar dapat memasuki pasar internasional.

“Usia 149 tahun Karantina dan tiga tahun berdirinya Barantin menjadi pengingat bahwa tugas kita telah melangkah jauh melampaui pengawasan fisik di perbatasan,” ujar Krisna di Jayapura, Jumat, (9/10).

Menurut dia, penguatan fasilitasi perdagangan harus tetap berjalan beriringan dengan fungsi utama karantina dalam melindungi sumber daya hayati dari ancaman hama dan penyakit.

“Karantina hari ini memegang mandat diplomasi ekonomi, bagaimana komoditas unggulan Papua kita pastikan memenuhi persyaratan agar dapat diterima pasar dunia. Namun, pada saat yang sama, komitmen kami untuk hadir melindungi masyarakat dan melestarikan kekayaan hayati Tanah Papua tetap menjadi prioritas,” katanya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan anjangsana kepada para purnabakti Karantina pada Senin (28/9). Kegiatan tersebut diisi dengan silaturahmi dan pemberian paket kebutuhan pokok sebagai bentuk penghargaan terhadap para pendahulu.

Pelayanan langsung kepada masyarakat kemudian digelar pada Selasa (29/9). Dalam kegiatan tersebut, Karantina Papua memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi hewan kesayangan, meliputi sterilisasi terhadap 20 ekor hewan, pengobatan terhadap 55 ekor hewan, serta vaksinasi terhadap 13 ekor anjing dan kucing.

Vaksinasi dilakukan sebagai salah satu langkah pencegahan penyakit hewan yang dapat menular kepada manusia, termasuk rabies.

Selain pelayanan kesehatan hewan, kegiatan sosial juga dilakukan melalui donor darah yang menghasilkan 65 kantong darah.

Karantina Papua juga membuka pemeriksaan kesehatan gratis bagi pegawai dan masyarakat dengan menggandeng Dinas Kesehatan Kota Jayapura.

Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi pelayanan yang diberikan langsung kepada masyarakat.

“Karantina Papua tidak hanya konsisten menjaga pintu masuk wilayah dari ancaman hama dan penyakit, tetapi juga turun langsung memberikan pelayanan yang menyentuh kebutuhan masyarakat, mulai dari kesehatan hewan hingga aksi sosial kemanusiaan,” ujar Rustan.

Menurut dia, kerja sama antarlembaga diperlukan untuk menjaga kesehatan masyarakat, perlindungan sumber daya hayati, serta mendukung aktivitas ekonomi daerah. Rangkaian kegiatan juga menyasar generasi muda melalui Karantina Goes to Campus di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Cenderawasih pada Selasa (6/10).

Sebanyak 80 civitas akademika mengikuti kegiatan secara luring dan daring. Mahasiswa dan akademisi mendapatkan materi mengenai perkarantinaan, biosekuriti, kepatuhan dalam lalu lintas hewan, ikan dan tumbuhan, serta peluang kolaborasi riset yang dapat mendukung pengembangan komoditas unggulan Papua.

Krisna mengatakan, perguruan tinggi memiliki posisi penting dalam pengembangan inovasi dan ilmu pengetahuan yang dapat memperkuat sistem karantina sekaligus mendukung daya saing komoditas daerah.

Menurut dia, transformasi peran karantina tidak berarti meninggalkan fungsi perlindungan. Sebaliknya, perlindungan sumber daya hayati, pelayanan kepada masyarakat, dan dukungan terhadap perdagangan diharapkan berjalan dalam satu sistem yang saling memperkuat.

Melalui rangkaian Hari Karantina ke-149 tersebut, Balai Besar Karantina Papua menegaskan komitmennya menjaga sumber daya hayati Papua sekaligus memperluas manfaat pelayanan karantina bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Narahubung :
Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Utama Badan Karantina Indonesia

Siaran Pers
Badan Karantina Indonesia
Nomor: 2410/R-Barantin/10.2026
Papua, 9 Oktober 2026

Bagikan Berita