Logo

Tekankan Pengawasan Berbasis Risiko, Kepala Barantin Sinergikan Layanan di Kalbar

6 Juli 2026
23 dibaca
Tekankan Pengawasan Berbasis Risiko, Kepala Barantin Sinergikan Layanan di Kalbar

Pontianak – Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Abdul Kadir Karding beserta rombongan melaksanakan kunjungan kerja strategis ke Kantor Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Kalimantan Barat pada, Sabtu (27/06).

Rangkaian peninjauan langsung ini berfokus pada penguatan pengawasan serta optimalisasi pelayanan karantina di pintu-pintu masuk utama wilayah Pontianak.

Monitoring diawali di Satuan Pelayanan Bandara Internasional Supadio Pontianak. Kepala Barantin meninjau langsung proses pemeriksaan komoditas, pemanfaatan teknologi X-Ray, serta pengawasan kesehatan komoditas sebelum pengiriman.

Potensi ketidaksesuaian antara dokumen dan komoditas yang dilalulintaskan menjadi perhatian serius dalam inspeksi tersebut. Praktik culas seperti under-invoice sering kali memanipulasi dokumen dengan mencantumkan satu jenis komoditas, sementara isi kiriman yang sebenarnya berbeda dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

"Praktik under-invoice tidak boleh dianggap sepele karena manipulasi nilai dokumen ekspor-impor ini merampok uang rakyat dan membunuh pengusaha jujur. Pengawasan tidak cukup hanya memeriksa dokumen, sehingga kesesuaian fisik komoditas harus dipastikan melalui pemeriksaan yang cermat dan berbasis risiko," tegas Abdul Kadir Karding saat memberikan pengarahan di bandara.

Kunjungan kerja kemudian berlanjut ke Pelabuhan Dwikora Pontianak guna memastikan sinergi layanan antarinstansi berjalan dengan baik. Barantin bersama Bea Cukai dan Pelindo kini bergerak di satu frekuensi melalui sistem pengawasan yang terintegrasi.

Kebijakan ini diambil demi menyukseskan instruksi Presiden Prabowo Subianto dalam menyikat habis segala bentuk kebocoran negara. Otoritas karantina memastikan setiap komoditas yang keluar-masuk tercatat sesuai fakta di lapangan tanpa menghambat pelayanan bagi pengusaha yang taat aturan.

Kepala Karantina Kalimantan Barat, Ferdi menyatakan kesiapan penuh wilayahnya dalam menerapkan instruksi tegas dari pusat tersebut. "Sinergi antara Karantina, Bea Cukai, dan Pelindo di Pelabuhan Dwikora kini berada di satu frekuensi yang sama. Kami akan memastikan sistem pengawasan terintegrasi berjalan optimal agar celah manipulasi dapat tertutup rapat," pungkas Ferdi.

Evaluasi menyeluruh ini diharapkan mampu meningkatkan performa pelayanan dan pengawasan mutu di lingkungan Karantina Kalimantan Barat. Penegasan mengenai transparansi dan akuntabilitas menjadi catatan penting bagi setiap petugas di garda terdepan. Karantina Kalimantan Barat optimis dapat terus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang bersih dari praktik manipulasi.

#KarantinaKalimantanBarat #KunjunganKerjaBarantin #AbdulKadirKarding #SikatKebocoranNegara #StopUnderInvoicing #PelabuhanDwikora #BandaraSupadio #SinergiOtoritas #IntegritasKarantina #BarantinMelindungi

Bagikan Berita