Ambon – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku terus memperkuat kompetensi sumber daya manusia dan kapasitas laboratorium melalui kegiatan In House Training (IHT) Penerapan Metode Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dalam Pengujian Biomolekuler.
Giat berlangsung dari tanggal 26 - 28 Agustus 2026 dan diikuti oleh petugas teknis di lingkungan Karantina Maluku ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan dalam mendeteksi serta mengidentifikasi penyakit hewan dan ikan secara cepat, akurat, serta dapat dipertanggungjawabkan.
Kepala Karantina Maluku dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengujian biomolekuler memiliki peran strategis dalam mendukung pelaksanaan tugas perkarantinaan. Kemampuan melakukan pengujian dengan metode RT-PCR dinilai penting untuk memastikan hasil pemeriksaan laboratorium memiliki tingkat ketepatan dan mutu yang dapat diandalkan.

“Kompetensi sumber daya manusia merupakan salah satu kunci utama dalam menjaga mutu layanan laboratorium. Karena itu, saya berharap kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman teori, tetapi juga keterampilan teknis peserta dalam pelaksanaan pengujian,” ujarnya.
Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan pembekalan terkait penerapan metode RT-PCR untuk pengujian sejumlah agen penyakit, di antaranya Viral Nervous Necrosis (VNN), White Spot Syndrome Virus (WSSV), Megalocytivirus, Edwardsiella ictaluri, Salmonella sp., serta Avian Influenza (AI).
Materi pelatihan mencakup berbagai tahapan penting dalam proses pengujian, mulai dari persiapan sampel, ekstraksi, amplifikasi, pengoperasian instrumen, interpretasi hasil, hingga penerapan pengendalian mutu pengujian.
Kepala Karantina Maluku juga berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama IHT dapat langsung diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Selain itu, peserta diharapkan dapat membagikan pengetahuan kepada rekan kerja sehingga terjadi peningkatan kapasitas secara berkelanjutan di lingkungan Karantina Maluku.

“Manfaatkan kesempatan ini untuk aktif berdiskusi, bertanya, dan menggali pengalaman dari narasumber. Saya berharap hasil kegiatan ini memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu pengujian laboratorium dan pelaksanaan tugas perkarantinaan,” tambahnya.
Kegiatan IHT menghadirkan Khumairah Puspasari sebagai narasumber, serta diikuti oleh unsur pimpinan, petugas teknis, Katim KH, KI, KT dan Gakkum, serta peserta terkait di lingkungan Karantina Maluku.
Melalui kegiatan ini, Karantina Maluku menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan profesionalisme, kompetensi, dan kualitas layanan laboratorium guna mendukung sistem perkarantinaan yang semakin cepat, tepat, akurat, dan terpercaya.
#KarantinaMaluku
#PerlindunganMaksimalPelayananOptimal

