Logo
KembaliProfilSejarah

Jejak Langkah Karantina

Timeline1877 — 2026
Estimasi Baca2 Menit

Sejarah Panjang Karantina di Indonesia

Sejarah Badan Karantina Indonesia (Barantin) memiliki akar yang panjang, bermula sejak era kolonial Belanda hingga pembentukan lembaga yang terintegrasi pada tahun 2023. Praktik karantina awalnya berkaitan erat dengan wabah penyakit pada manusia dan kemudian berkembang mencakup perlindungan hewan dan tumbuhan.

Era Kolonial (1877 - 1942)

Tonggak sejarah karantina dimulai pada tanggal 19 Desember 1877, ketika Pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan Ordonansi Staatsblad van Nederlandsch-Indie No. 262. Peraturan ini dibuat untuk mencegah masuknya penyakit karat daun kopi (Hemileia vastatrix) dari Sri Lanka yang saat itu sedang mewabah. Ini dicatat sebagai peraturan karantina tumbuhan pertama di Indonesia bahkan di dunia.

Selanjutnya, pada tahun 1914, Dinas Karantina Tumbuhan secara resmi dibentuk untuk mengawasi impor buah-buahan segar. Di sisi lain, karantina hewan juga mulai diatur untuk mencegah penyebaran penyakit hewan menular strategis.

Pasca Kemerdekaan & Era Modern

Setelah kemerdekaan, pemerintah Indonesia terus memperkuat sistem perkarantinaan dengan menerbitkan berbagai regulasi, termasuk UU No. 16 Tahun 1992. Organisasi karantina mengalami beberapa kali perubahan struktur, mulai dari Badan Karantina Nasional (2000) hingga pemisahan menjadi Badan Karantina Pertanian (Kementan) dan BKIPM (KKP).

Integrasi Badan Karantina Indonesia (2023)

Demi memperkuat sistem perlindungan sumber daya alam hayati nasional, Presiden Joko Widodo menetapkan Peraturan Presiden Nomor 45 Tahun 2023 yang mengamanatkan pembentukan Badan Karantina Indonesia (Barantin). Lembaga ini mengintegrasikan seluruh fungsi karantina hewan, ikan, dan tumbuhan di bawah satu atap, bertanggung jawab langsung kepada Presiden.