Logo

Barantin dan Delegasi Fujian Perkuat Sistem Karantina untuk Dukung Kelancaran Ekspor-Impor

22 Juli 2026
71 dibaca
Barantin dan Delegasi Fujian Perkuat Sistem Karantina untuk Dukung Kelancaran Ekspor-Impor

Jakarta (21/7) – Badan Karantina Indonesia (Barantin) bersama Delegasi Provinsi Fujian, Republik Rakyat Tiongkok, memperkuat komitmen membangun sistem karantina yang lebih terintegrasi guna mendukung kelancaran ekspor dan impor sekaligus meningkatkan perlindungan terhadap keamanan hayati kedua negara.

Kepala Barantin, Abdul Kadir Karding, menyebut kerja sama tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan Two Countries Twin Parks (TCTP), model kolaborasi kawasan industri Indonesia–Tiongkok yang menghubungkan investasi, produksi, dan perdagangan.

"Sebagai salah satu pusat perdagangan dan logistik internasional Tiongkok, Fujian memiliki peran strategis dalam memperkuat ekspor komoditas perikanan, pangan, pertanian, dan peternakan Indonesia," ujar Karding.

Tiongkok merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia untuk komoditas yang wajib melalui tindakan karantina. Sepanjang 2025 hingga 2026, nilai ekspor komoditas karantina Indonesia ke Tiongkok mencapai sekitar Rp105 triliun, sedangkan impor mencapai sekitar Rp82,1 triliun.

Komoditas ekspor didominasi kelapa sawit dan produk turunannya, kepiting bakau, kelapa bulat, cumi-cumi, dan bulu, sementara impor didominasi bawang putih, buah pir, ikan makarel, pakan hewan kesayangan, serta ikan hias air tawar.

Karding menjelaskan, kerja sama yang dijajaki mencakup penyelarasan persyaratan karantina antara Indonesia dan Tiongkok, pengembangan fasilitas karantina yang memenuhi standar kedua negara, pelaksanaan pemeriksaan bersama oleh otoritas karantina kedua negara, serta pertukaran dokumen dan data karantina secara digital.

Menurutnya, pertukaran data secara digital memungkinkan setiap komoditas ditelusuri asal-usul dan proses pengawasannya dengan lebih mudah. Sementara itu, penyelarasan standar karantina dan penguatan kerja sama laboratorium akan semakin memperkuat sistem biosekuriti, sehingga kelancaran perdagangan tetap berjalan seiring dengan perlindungan terhadap kesehatan hewan, ikan, tumbuhan, keamanan pangan, serta kelestarian sumber daya hayati.

"Penguatan kerja sama ini akan membuat proses ekspor dan impor menjadi lebih cepat, efisien, dan transparan," jelas Karding.

Sementara itu, Wakil Gubernur Provinsi Fujian, Zhao Zenglian, menyatakan kesiapan pemerintahnya untuk memperkuat kolaborasi dengan Indonesia serta mendukung berbagai inisiatif kerja sama yang telah diusulkan.

"Kami mendukung berbagai inisiatif kerja sama tersebut dan membuka peluang bagi lebih banyak komoditas Indonesia untuk memasuki pasar Fujian. Kami juga berharap pertukaran komoditas dari Fujian ke Indonesia dapat terus ditingkatkan," ujar Zhao Zenglian.

Melalui penguatan kerja sama ini, Badan Karantina Indonesia berharap sistem karantina kedua negara semakin terintegrasi sehingga mampu mendukung kelancaran perdagangan internasional sekaligus memberikan perlindungan optimal terhadap kesehatan hewan, ikan, tumbuhan, serta keamanan pangan.

Bagikan Berita