Logo

Barantin Fasilitasi Florikultura di Indonesia

14 Mei 2026
386 dibaca
Barantin Fasilitasi Florikultura di Indonesia

Kontributor

Ulya
Penulis
Ulya
Ulya
Fotografer
Ulya

Direktur Tindakan Karantina Tumbuhan Badan Karantina Indonesia (Barantin), Abdul Rahman, hadir sebagai pembicara kunci dalam acara bincang-bincang pada peluncuran FL0II Expo 2026 yang digelar di The Waterfall Resto, Depok, Selasa (12/5). Dalam kesempatan tersebut, Rahman menegaskan komitmen penuh Barantin untuk mendukung para pegiat florikultura nasional. Dukungan ini diwujudkan melalui perlindungan ketat terhadap sumber daya hayati tumbuhan serta penyediaan fasilitas yang memudahkan proses ekspor dan impor bagi pelaku usaha tanaman hias.

 

Rahman menjelaskan bahwa saat ini proses karantina telah bertransformasi menjadi jauh lebih praktis melalui sistem digital yang terintegrasi. Digitalisasi ini sengaja dirancang untuk meminimalkan interaksi fisik antara petugas dan pengguna jasa, sehingga menutup celah terjadinya transaksi ilegal atau penyalahgunaan wewenang. Dengan sistem yang transparan ini, para pelaku usaha diharapkan dapat menjalankan aktivitas perdagangannya dengan lebih tenang, cepat, dan efisien tanpa hambatan birokrasi yang berbelit.

 

Dalam hal perdagangan internasional, Barantin berperan krusial dalam memastikan setiap tumbuhan yang diekspor memiliki daya saing tinggi dan memenuhi standar global. Petugas karantina melakukan pemeriksaan intensif untuk menjamin tanaman bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK). Langkah ini sangat penting agar produk florikultura Indonesia dapat diterima dengan baik oleh otoritas negara tujuan tanpa ada kendala penolakan di perbatasan, sehingga citra komoditas Indonesia tetap terjaga di pasar dunia.

 

Di sisi lain, pengawasan ketat juga diberlakukan terhadap setiap tumbuhan yang masuk ke wilayah Indonesia. Rahman menekankan bahwa seleksi ketat ini merupakan garda terdepan dalam melindungi kekayaan alam hayati Nusantara dari ancaman OPTK asal luar negeri. Dengan mencegah masuknya organisme berbahaya yang dapat merusak ekosistem, Barantin memastikan keberlangsungan sektor pertanian dan kelestarian lingkungan hidup di Indonesia tetap terlindungi dari risiko biosekuriti.

Bagikan Berita