JAKARTA - Badan Karantina Indonesia (Barantin) meraih penghargaan kategori Kualitas Pelaporan Barang Milik Negara (BMN) dalam Anugerah Reksa Bandha yang diselenggarakan Kementerian Keuangan. Penghargaan diserahkan di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/11).
Sekretaris Utama (Sestama) Barantin Shahandra Hanitiyo menerima penghargaan itu mewakili pimpinan Barantin.
Anugerah Reksa Bandha merupakan apresiasi tertinggi Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN). DJKN memberikannya kepada kementerian/lembaga yang menunjukkan kinerja unggul dalam optimalisasi kekayaan negara dan lelang.
Pada kategori Kualitas Pelaporan BMN, Barantin dinilai menyusun laporan aset negara yang akurat, andal, dan tepat waktu. Data BMN yang tertib administrasi dan memenuhi standar keandalan menjadi modal bagi transparansi laporan keuangan Barantin.
BMN adalah semua barang yang dibeli atau diperoleh dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), atau berasal dari perolehan lain yang sah. Setiap kementerian/lembaga wajib mencatat dan melaporkan aset tersebut sebagai bagian dari pertanggungjawaban keuangan negara.
Usai menerima penghargaan, Shahandra menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pengelola BMN di lingkungan Barantin.
“Penghargaan Kategori Kualitas Pelaporan BMN ini merupakan buah dari kerja keras, kedisiplinan, dan kolaborasi seluruh tim dalam menerapkan asas good governance,” kata Shahandra dalam keterangannya.
Menurut dia, pelaporan BMN yang akuntabel menjadi kewajiban administrasi sekaligus fondasi bagi operasional layanan karantina di seluruh Indonesia. Barantin menjalankan layanan karantina hewan, ikan, dan tumbuhan di berbagai wilayah.
Dengan penghargaan ini, Barantin berkomitmen memperkuat digitalisasi tata kelola BMN dan menjaga keandalan pelaporan.
Barantin juga akan mengoptimalkan pemanfaatan aset negara untuk mendukung keberlanjutan perlindungan sumber daya hayati nasional.
Turut hadir mendampingi, Kepala Biro Umum dan Keuangan Barantin, Triyono, dan Ketua Tim Kerja Barang Milik Negara Barantin, Abdul Hafidh.



