JAKARTA – Kabar membanggakan kembali datang dari komoditas hortikultura Indonesia. Buah salak segar atau snake fruit berhasil menembus pasar China setelah dinyatakan lolos sertifikasi karantina melalui serangkaian pemeriksaan ketat oleh Karantina DKI Jakarta, Sabtu (18/4).
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa buah lokal Indonesia mampu bersaing di pasar internasional. Petugas Pemeriksa Karantina Tumbuhan (PKT) Ade Muhaimin dan Ujang Tomi melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap komoditas yang akan diberangkatkan ke Negara Tirai Bambu tersebut.
Setiap tahapan dilakukan dengan teliti. Petugas memastikan kesesuaian jumlah barang dengan dokumen ekspor, sekaligus memeriksa kondisi fisik buah salak yang akan dikirim. Tidak hanya itu, pemeriksaan kesehatan tumbuhan juga dilakukan secara acak guna mendeteksi kemungkinan adanya serangga hidup, kutu putih, maupun Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) yang dapat menghambat ekspor.
Hasilnya membanggakan. Seluruh komoditas salak dinyatakan dalam kondisi sehat, bersih, dan bebas dari hama maupun serangga hidup. Dari hasil pemeriksaan, buah salak tersebut dinyatakan layak ekspor dan siap melanjutkan perjalanan menuju pasar China.
Ekspor ini memiliki nilai ekonomi sebesar Rp281 Juta. Nilai tersebut menjadi bukti bahwa komoditas lokal memiliki potensi besar dalam meningkatkan devisa negara sekaligus memperluas jejak produk pertanian Indonesia di dunia internasional.
Ketua Tim Kerja Karantina Tumbuhan, Mustamin, menegaskan bahwa setiap keberhasilan ekspor merupakan hasil dari kerja keras bersama antara petugas dan pelaku usaha. “Kami memastikan setiap komoditas yang keluar dari Indonesia memenuhi standar negara tujuan. Ini bukan hanya soal perdagangan, tetapi juga menjaga nama baik produk Indonesia di mata dunia,” ujarnya.
Salah satu petugas di lapangan menyampaikan bahwa ketelitian menjadi kunci utama dalam proses sertifikasi. “Kami ingin memastikan hanya produk terbaik yang dikirim ke luar negeri. Ketika komoditas lolos pemeriksaan, itu artinya kualitas Indonesia diakui,” ungkapnya.
Di balik kulitnya yang bersisik khas, salak Indonesia kini membawa cerita besar: dari kebun nusantara menuju pasar global. Sebuah langkah nyata bahwa produk lokal mampu berdiri sejajar di panggung dunia.


