Logo

Dari Kebun ke Meja Mewah, Escargot Indonesia Siap Mendunia

31 Maret 2026
85 dibaca
Dari Kebun ke Meja Mewah, Escargot Indonesia Siap Mendunia

Karawang (31/3) Karantina DKI Jakarta kembali memastikan kelancaran ekspor komoditas olahan melalui pemeriksaan produk siput kalengan (escargot) tujuan Korea Selatan. Pemeriksaan dilakukan di Kabupaten Karawang, terhadap 9.600 kilogram escargot atau setara 1.000 karton dengan nilai ekonomi mencapai Rp584,7 juta. Komoditas ini menjadi bukti bahwa produk berbasis sumber daya lokal mampu memiliki nilai tambah tinggi di pasar internasional.

Pemeriksaan dilakukan oleh petugas karantina, yakni Wahyu Nuridin dan Fathi Alauddin Sulthan, Teknisi Pengendali Hama Penyakit Ikan, dengan memastikan kesesuaian jenis dan jumlah media pembawa dengan kondisi fisik barang. Selain itu, dokumen pendukung seperti Certificate of Analysis (CoA) turut diverifikasi sebagai bagian dari jaminan mutu produk yang akan diekspor.

Menariknya, bahan baku escargot yang diekspor berasal dari jenis siput Giant African Snail yang selama ini dikenal sebagai hama di Indonesia karena berpotensi merusak tanaman perkebunan. Melalui proses pengolahan yang tepat, organisme yang sebelumnya dianggap merugikan ini justru memiliki nilai ekonomi tinggi dan diminati di pasar global sebagai hidangan mewah.

Salah satu petugas di lapangan menyampaikan bahwa proses pemeriksaan berjalan lancar dan seluruh persyaratan telah terpenuhi. “Kami memastikan komoditas yang diekspor aman, sesuai ketentuan, dan memiliki jaminan mutu sehingga dapat diterima di negara tujuan,” ujar Wahyu. Karantina DKI Jakarta mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk terus berinovasi dalam memanfaatkan sumber daya hayati secara bijak, sekaligus mematuhi ketentuan perkarantinaan guna mendukung peningkatan ekspor nasional.

Bagikan Berita