Jakarta – Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Abdul Kadir Karding menerima audiensi panitia Nusatic, Nusapet, dan Nusahorti 2026 yang dipimpin oleh Effendi Gazali di Kantor Badan Karantina Indonesia, Jakarta, Senin (11/5). Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi dan kolaborasi strategis dalam mendukung penyelenggaraan event internasional Nusatic, Nusapet, dan Nusahorti 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Abdul Kadir Karding menyampaikan apresiasi atas konsistensi panitia dalam menghadirkan wadah pengembangan industri hewan, ikan, dan tumbuhan melalui penyelenggaraan Nusatic, Nusapet, dan Nusahorti 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 12–14 Juni 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat daya saing komoditas hayati Indonesia di pasar global.
Karding menegaskan bahwa Badan Karantina Indonesia memiliki peran strategis dalam menjaga lalu lintas hewan, ikan, dan tumbuhan sekaligus menjamin kesehatan serta keamanan komoditas ekspor Indonesia. Menurutnya, jaminan mutu dan kesehatan komoditas menjadi faktor penting dalam membuka akses pasar internasional bagi produk unggulan nasional.
Badan Karantina Indonesia mendukung penuh penyelenggaraan event internasional Nusatic, Nusapet, dan Nusahorti 2026 sebagai sarana memperkuat ekosistem industri hewan, ikan, dan tumbuhan nasional. Selain menjadi ajang promosi dan perdagangan, kegiatan tersebut dinilai penting sebagai media edukasi kepada masyarakat untuk menumbuhkan minat dan hobi di bidang hewan peliharaan, perikanan, maupun hortikultura.
“Pasarnya besar dan jenisnya sangat beragam. Ini menjadi peluang yang harus kita dorong bersama agar masyarakat semakin mengenal potensinya, sekaligus membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru,” ujar Karding.
Lebih lanjut, Karding menilai berkembangnya minat masyarakat terhadap sektor tersebut akan berdampak positif pada peningkatan aktivitas perdagangan, termasuk mendorong akselerasi ekspor dan impor komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan yang sehat, aman, dan sesuai ketentuan karantina. Hal ini pada akhirnya diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan perekonomian nasional.
Dalam mendukung ekosistem perdagangan yang sehat, Karding juga menekankan prinsip utama Badan Karantina Indonesia, yakni “Perlindungan maksimal, Pelayanan maksimal.” Prinsip tersebut, menurutnya, menjadi landasan dalam memastikan perlindungan sumber daya hayati Indonesia tetap berjalan beriringan dengan pelayanan publik yang cepat, efektif, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan kelancaran perdagangan lintas negara.
Pada kesempatan ini, Prof. Effendi Gazali menyampaikan bahwa penyelenggaraan Nusatic, Nusapet, dan Nusahorti 2026 menjadi semakin relevan di tengah dinamika dan tantangan isu global saat ini. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang kolaborasi antara komunitas, pelaku usaha, pemerintah, dan akademisi, tetapi juga berpotensi besar dalam menumbuhkan perekonomian masyarakat melalui penguatan sektor hewan, ikan, dan tumbuhan.
Karding juga menyambut baik pengembangan event tersebut, khususnya sektor hortikultura yang dinilai memiliki peluang besar untuk meningkatkan nilai ekspor Indonesia. Ia menyoroti pentingnya membangun pameran hortikultura bertaraf internasional secara reguler guna meningkatkan daya saing produk nasional di pasar global.
Sebagai bentuk dukungan, Barantin menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi melalui edukasi dan sosialisasi prosedur karantina bagi pelaku usaha, fasilitasi layanan karantina yang efisien dalam mendukung kegiatan pameran. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem industri sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM dan peningkatan ekspor komoditas unggulan Indonesia.
Narahubung:
Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Utama Badan Karantina Indonesia
Siaran Pers
Badan Karantina Indonesia
Nomor: 1405/R-Barantin/05.2026
Jakarta, 11 Mei 2026




