GORONTALO — Dalam rangka mendukung sistem biosekuriti nasional dan menjaga mutu komoditas daerah, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Gorontalo turut hadir memenuhi undangan Rapat Konsolidasi yang diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Wilayah Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (DPW ASPPHAMI) Provinsi Gorontalo pada Rabu (29/07).
Karantina Gorontalo beserta anggota ASPPHAMI Gorontalo duduk bersama membahas berbagai isu krusial terkait standarisasi treatment atau perlakuan karantina, khususnya tindakan sanitasi dan fumigasi pada komoditas pertanian yang akan dilalulintaskan, terutama untuk tujuan ke luar negeri (ekspor).
Dalam sambutannya, Kepala Karantina Gorontalo, Iswan Haryanto menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menekankan bahwa peran ASPPHAMI sangat vital sebagai mitra strategis dalam mendukung tugas pokok dan fungsi perkarantinaan, khususnya dalam menjaga biosekuriti nasional. "Pengendalian hama yang sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) adalah kunci utama untuk memastikan komoditas unggulan Gorontalo bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK)," ungkap Iswan.

Lebih lanjut, Iswan mengingatkan pentingnya perusahaan-perusahaan di bawah naungan ASPPHAMI untuk terus memperbarui kompetensi, mematuhi regulasi Badan Karantina Indonesia (Barantin) terbaru, serta menjaga kualitas bahan dan alat yang digunakan.
Melalui rapat konsolidasi ini, diharapkan komunikasi dan koordinasi antara Karantina Gorontalo dan penyedia jasa pest control menjadi semakin solid. Kedua belah pihak sepakat untuk terus melakukan evaluasi berkala dan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam upaya mendukung biosekuriti nasional dan menjaga keamanan komoditas unggulan di Provinsi Gorontalo.
#PelindunganMaksimalPelayananOptimal



