Logo

Dukung Swasembada Bawang Putih 2029, Barantin Perkuat Pengawalan dari Hulu hingga Hilir

16 Oktober 2026
80 dibaca
Dukung Swasembada Bawang Putih 2029, Barantin Perkuat Pengawalan dari Hulu hingga Hilir

Bekasi - Badan Karantina Indonesia (Barantin) memperkuat dukungan terhadap Program Strategis Nasional (PSN) Swasembada Bawang Putih 2029 melalui pengawalan perkarantinaan dari hulu hingga hilir. Dukungan tersebut diarahkan untuk menjaga kesehatan benih dan mendukung kelancaran distribusi ke wilayah pengembangan bawang putih nasional.

Melalui rapat koordinasi bersama Kementerian Pertanian dan pemangku kepentingan terkait, Barantin mendorong penguatan sinergi dalam pendampingan produksi, penanganan pascapanen, serta distribusi benih. Pengawalan karantina dilakukan secara berkesinambungan, mulai dari sentra produksi hingga wilayah tujuan penanaman.

"Langkah ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk mendukung penyediaan benih yang sehat sekaligus menjaga wilayah pengembangan dari risiko penyebaran organisme pengganggu tumbuhan. Pendampingan kepada produsen dan penangkar juga menjadi perhatian agar penerapan praktik perbenihan yang baik dapat berjalan selaras dengan persyaratan karantina," Direktur Tindakan Karantina Tumbuhan Abdul Rahman di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Karantina, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (14/10)

Sebagai tindak lanjut, Barantin bersama Kementerian Pertanian akan menyusun pedoman teknis yang diharapkan menjadi acuan bersama bagi petugas dan pelaku usaha dalam mendukung keberhasilan program.

Koordinasi juga akan diperluas dengan melibatkan pengawas benih tanaman, petugas perlindungan tanaman, petugas karantina, serta dinas terkait di 19 provinsi dan 78 kabupaten/kota sasaran. Penyamaan pemahaman antarpihak diperlukan agar pengawalan benih berjalan terpadu sejak daerah asal hingga daerah penerima.

Melalui sinergi lintas instansi dan penguatan layanan karantina, Barantin berkomitmen mendukung pencapaian swasembada bawang putih 2029. Pengawalan yang terpadu diharapkan dapat memperkuat fondasi perbenihan, mendukung keberlanjutan produksi, serta berkontribusi terhadap kemandirian pangan nasional.

Bagikan Berita