Logo

Karantina Goes to Campus, Ajak Generasi Muda Jadi Penjaga Sumber Daya Hayati Indonesia

6 Oktober 2026
97 dibaca
Karantina Goes to Campus, Ajak Generasi Muda Jadi Penjaga Sumber Daya Hayati Indonesia

Kontributor

Makassar — Peran generasi muda dalam menjaga kekayaan sumber daya hayati Indonesia menjadi perhatian utama dalam kegiatan Karantina Goes to Campus yang diselenggarakan Balai Besar Karantina Sulawesi Selatan di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar.

Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Karantina ke-149 dan HUT ke-3 Badan Karantina Indonesia (Barantin) ini menjadi ruang dialog antara praktisi karantina dan sivitas akademika untuk memperluas pemahaman mengenai peran strategis karantina dalam melindungi sumber daya hayati sekaligus mendukung ketahanan pangan dan perdagangan nasional.

Mengusung semangat Think Global, Protect Local: Peran Generasi Muda Menuju Indonesia Emas, kegiatan ini mengajak mahasiswa memahami bahwa ancaman terhadap sumber daya hayati tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga dapat terbawa melalui lalu lintas komoditas antarwilayah maupun antarnegara.

Kepala Balai Besar Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah, dalam sambutannya menekankan bahwa tugas Badan Karantina Indonesia tidak terbatas pada pemeriksaan hewan, ikan, dan tumbuhan. Di balik pelaksanaan tugas tersebut, terdapat kebutuhan kompetensi dari berbagai disiplin ilmu untuk mendukung pengawasan, pelayanan publik, penguatan regulasi, hingga kerja sama internasional.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mahasiswa Unhas mengetahui bahwa peluang untuk berkontribusi di Badan Karantina Indonesia tidak hanya terbuka bagi lulusan Kedokteran Hewan atau Pertanian. Kami juga membutuhkan berbagai disiplin ilmu, mulai dari Hukum, Ilmu Komunikasi, hingga Hubungan Internasional. Artinya, banyak ruang bagi generasi muda untuk ikut mengambil peran dalam menjaga negeri,” ujar Sitti Chadidjah.

Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia karantina. Kolaborasi antara dunia akademik dan praktisi diharapkan dapat menghadirkan pertukaran pengetahuan, pengalaman lapangan, serta peluang pengembangan kompetensi mahasiswa.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor IV Universitas Hasanuddin, Suharman Hamzah. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Badan Karantina Indonesia yang kembali melibatkan Unhas sebagai mitra penyelenggaraan kegiatan.
“Terima kasih karena sekali lagi telah mempercayakan Unhas untuk memfasilitasi kegiatan ini. Kami berharap kolaborasi antara kampus dan Badan Karantina Indonesia semakin erat. Kami juga ingin Karantina memiliki ruang yang lebih dekat dengan kampus, sehingga semakin banyak mahasiswa Unhas yang memperoleh kesempatan magang dan belajar langsung di lingkungan Karantina,” ungkap Suharman.
Ia berharap kerja sama yang telah terjalin tidak berhenti pada kegiatan edukasi, tetapi terus berkembang melalui program yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa maupun penguatan kelembagaan kedua pihak.
Sementara itu, hadir sebagai narasumber pada kegiatan ini yaitu Kepala Biro Hukum dan Humas Badan Karantina Indonesia, Hudiansyah Is Nursal dan Dokter Hewan Ahli Muda Balai Besar Karantina Sulawesi Selata, drh. Selyta Mayang Pinang Puji Maharani. Keduanya mengajak mahasiswa melihat pelindungan sumber daya hayati sebagai tanggung jawab bersama, terutama di tengah meningkatnya mobilitas manusia dan perdagangan global.
Dalam pemaparan keedua narasumber, dijelaskan bahwa Indonesia memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang sangat besar. Potensi tersebut harus dijaga dari ancaman masuk dan tersebarnya Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK), Hama dan Penyakit Ikan Karantina (HPIK), serta Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).

umber daya hayati perlu dijaga, termasuk untuk mendukung keamanan pangan atau food safety. Inilah salah satu tugas Badan Karantina Indonesia. Indonesia memiliki kekayaan biodiversitas yang luar biasa. Karena itu, para mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa juga memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaga sumber daya hayati milik Indonesia.
Selain pemaparan materi, kegiatan berlangsung melalui diskusi interaktif yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menggali lebih jauh tugas, tantangan, serta peluang berkontribusi dalam bidang perkarantinaan.
Melalui Karantina Goes to Campus, Karantina Sulawesi Selatan berharap semakin banyak generasi muda yang memahami bahwa menjaga sumber daya hayati bukan hanya tanggung jawab petugas di pintu masuk dan keluar wilayah, melainkan membutuhkan kesadaran serta keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Kolaborasi dengan perguruan tinggi ini sekaligus menjadi langkah untuk menyiapkan generasi yang tidak hanya memiliki daya saing global, tetapi juga kepedulian terhadap kekayaan hayati bangsa sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.
#Barantin #KarantinaSulawesiSelatan #HariKarantina149 #PelindunganMaksimalPelayananOptimal

Bagikan Berita