Sumedang, 7 April 2026 — Komoditas lokal kembali menunjukkan daya saingnya di pasar global. Dari hamparan lahan pertanian di Kabupaten Sumedang, porang kini resmi menembus pasar ekspor. Sebanyak 22.850 kilogram konjac chips diberangkatkan menuju China dengan nilai ekonomi mencapai Rp2.130.310.876.
Porang yang diolah menjadi konjac chips merupakan bahan baku penting dalam industri pangan modern, mulai dari produk rendah kalori hingga kebutuhan diet sehat. Permintaan global terhadap komoditas ini pun terus meningkat, membuka peluang besar bagi daerah penghasil seperti Jawa Barat.
Sebelum diberangkatkan, komoditas tersebut telah melalui proses pemeriksaan ketat oleh petugas karantina, Dadan Saefuloh dan Sari Widaningsih. Hasilnya, seluruh produk dinyatakan bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) serta telah memenuhi standar mutu pangan yang dipersyaratkan oleh negara tujuan.
Kepala Balai turut menyampaikan apresiasi terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam proses ekspor ini. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja sama yang solid antara petani, pelaku usaha, hingga petugas karantina di lapangan.
“Proses dari hulu hingga hilir dijaga dengan baik. Ini menjadi bukti bahwa komoditas dari daerah seperti Sumedang mampu memenuhi standar ekspor,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Balai juga menekankan pentingnya menjaga konsistensi kualitas ke depan. Menurutnya, keberhasilan ini harus menjadi pijakan untuk memperkuat posisi porang sebagai komoditas unggulan.
“Tantangan berikutnya adalah menjaga standar ini secara berkelanjutan. Jika konsistensi terjaga, peluang ekspor porang akan semakin terbuka luas,” tambahnya.
Capaian ini tidak hanya menandai keberhasilan ekspor perdana, tetapi juga membawa harapan baru bagi peningkatan kesejahteraan petani serta pertumbuhan ekonomi daerah.
#EksporPerdana #PorangSumedang #KonjacChips #EksporIndonesia #PertanianMaju #BanggaBuatanIndonesia #SumedangGoGlobal #AgroEkspor #PetaniSejahtera


