Tangerang — Badan Karantina Indonesia (Barantin) membuka peluang bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaannya untuk memperluas pasar ke tingkat internasional melalui partisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Barantin memfasilitasi sembilan UMKM binaan untuk memamerkan produk unggulan mereka sekaligus menjajaki peluang kerja sama dengan calon pembeli dari berbagai negara.
Sekretaris Utama Barantin, Shahandra Hanitiyo saat menghadiri pembukaan TEI 2026 mengungkapkan melalui booth pameran yang disediakan, sembilan UMKM binaan dapat memperkenalkan produk mereka kepada pengunjung TEI 2026, termasuk calon pembeli dan mitra bisnis internasional.
“Fasilitasi ini menjadi langkah awal untuk membuka peluang business matching dan memperluas jaringan pemasaran produk UMKM Indonesia, terang Shahandra.
Produk yang dipamerkan beragam, mulai dari madu, rempah-rempah, cocopeat, molase, porang, hingga kopi. Keberagaman produk tersebut menunjukkan potensi UMKM Indonesia dalam menawarkan komoditas bernilai tambah yang berpeluang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pasar global.
Selain menyediakan ruang promosi, Barantin juga membuka layanan konsultasi kesiapan ekspor bagi pelaku UMKM. Layanan ini memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk berkonsultasi mengenai persyaratan karantina dan ketentuan teknis yang perlu dipenuhi sebelum mengekspor komoditas ke negara tujuan.
Shahandra menyampaikan pemenuhan persyaratan karantina menjadi salah satu aspek penting dalam perdagangan internasional, terutama untuk komoditas hewan, ikan, tumbuhan, dan produk turunannya yang termasuk dalam ruang lingkup pengawasan karantina. Ia juga menekankan persyaratan kesehatan dan ketentuan negara tujuan perlu diperhatikan agar proses ekspor berjalan sesuai aturan.
Kehadiran Barantin dalam TEI 2026 tidak hanya menjadi bentuk dukungan terhadap promosi produk UMKM, tetapi juga upaya menghubungkan potensi usaha lokal dengan peluang perdagangan global. Fasilitasi pameran dan layanan konsultasi diharapkan dapat membantu UMKM binaan mengembangkan jaringan bisnis, meningkatkan kesiapan ekspor, serta memperluas akses pasar.



