Logo

Hari Karantina Jadi Momentum Mempererat Ikatan Silaturahmi dengan Purnabakti

1 Oktober 2026
36 dibaca
Hari Karantina Jadi Momentum Mempererat Ikatan Silaturahmi dengan Purnabakti

Kontributor

Makassar - Ada banyak nama dan pengabdian yang menjadi bagian dari perjalanan panjang Karantina. Memasuki usia ke-149, dan Badan Karantina Indonesia (Barantin) yang ke 3. Balai Besar Karantina Sulawesi Selatan menyambung silaturahmi dengan mereka yang pernah mendedikasikan waktu, tenaga, dan pemikirannya bagi organisasi melalui kegiatan anjangsana.

Anjangsana menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Karantina ke-149 dan HUT ke-3 Barantin. Kepala Balai Besar Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidah mengunjungi sejumlah purnabakti untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan penghargaan atas pengabdian yang telah diberikan selama menjadi bagian dari keluarga besar Karantina.

Dalam anjangsana tersebut, jajaran Balai Besar Karantina Sulawesi Selatan mengunjungi para purna bakti antara lain Ruth Parera, Aminah, Said Laitte, Nasir dan Maritti. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dengan berbagai cerita dan pengalaman selama menjalankan tugas di Karantina.

Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah, mengatakan perjalanan Karantina hingga saat ini tidak terlepas dari kontribusi generasi sebelumnya. Berbagai perubahan kelembagaan, perkembangan pelayanan, hingga kemajuan organisasi dibangun di atas fondasi pengabdian para pendahulu.

“Di usia Karantina yang ke-149 dan Badan Karantina Indonesia ke-3 ini, kita tidak hanya berbicara tentang apa yang akan dilakukan ke depan, tetapi juga mengingat mereka yang telah lebih dahulu memberikan pengabdian bagi Karantina. Apa yang kita jalankan hari ini tentu tidak terlepas dari fondasi yang telah dibangun oleh para pendahulu,” ujar Sitti Chadidjah.

Menurutnya, memasuki masa purnabakti tidak berarti hubungan dengan organisasi ikut berakhir. Pengalaman, pengetahuan, serta nilai-nilai pengabdian yang telah diwariskan tetap menjadi bagian dari perjalanan Karantina dan dapat menjadi pembelajaran bagi generasi yang melanjutkan tugas saat ini.

“Generasi boleh berganti, tetapi silaturahmi dan rasa kekeluargaan harus tetap kita jaga. Kami ingin para purnabakti tetap merasa menjadi bagian dari keluarga besar Karantina karena pengabdian yang telah diberikan akan selalu menjadi bagian dari perjalanan organisasi ini,” tambahnya.

Anjangsana juga menjadi ruang bagi generasi Karantina saat ini untuk mendengar kembali cerita perjalanan organisasi dari mereka yang pernah berada di dalamnya. Dari pengalaman tersebut, tersimpan nilai tentang dedikasi, tanggung jawab, kebersamaan, dan semangat pelayanan yang tetap relevan untuk diteruskan.

Melalui momentum Hari Karantina ke-149 dan HUT ke-3 Barantin, Balai Besar Karantina Sulawesi Selatan ingin memastikan bahwa perjalanan ke depan tidak membuat organisasi melupakan mereka yang telah lebih dahulu berjalan dan mengabdi. Sebab, di balik perjalanan panjang Karantina, selalu ada jejak pengabdian dari generasi ke generasi yang patut dikenang dan dihargai.

Bagikan Berita