Logo

Hari Karantina ke-149, Karantina Sulteng Targetkan 100 Kantong Darah untuk Kemanusiaan

1 Oktober 2026
29 dibaca
Hari Karantina ke-149, Karantina Sulteng Targetkan 100 Kantong Darah untuk Kemanusiaan

Palu - Balai Karantina Sulawesi Tengah menggelar aksi donor darah dengan target 100 kantong sebagai bagian dari rangkaian Hari Karantina Indonesia ke-149 dan HUT ke-3 Badan Karantina Indonesia, Kamis (1/10).

Kegiatan yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sulawesi Tengah tersebut melibatkan pegawai Karantina, instansi mitra, pemangku kepentingan, serta masyarakat umum.

Donor darah digelar sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus kontribusi untuk membantu memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat di Sulawesi Tengah.

Kepala Balai Karantina Sulawesi Tengah Ahmad Alfian mengatakan, donor darah menjadi salah satu kegiatan yang manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.

“Setetes darah yang disumbangkan sebagai bentuk kepedulian memiliki arti besar bagi mereka yang sedang berjuang mendapatkan kesembuhan,” ujar Alfian di Palu.

Menurut dia, pelaksanaan donor darah yang bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila juga menjadi momentum untuk menerjemahkan nilai kemanusiaan ke dalam tindakan nyata.

“Donor darah bukan sekadar kegiatan sosial dan seremonial, melainkan bentuk solidaritas dan kepedulian. Semangat Pancasila mengajarkan kita untuk saling membantu dan mengutamakan nilai-nilai kemanusiaan,” katanya.

Sebanyak 100 kantong darah ditargetkan terkumpul dalam kegiatan tersebut.

Partisipasi pegawai, mitra kerja, dan masyarakat diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan stok darah bagi pasien yang membutuhkan.

Menurut Alfian, peringatan Hari Karantina tidak hanya menjadi momentum refleksi terhadap tugas institusi dalam pengawasan lalu lintas hewan, ikan, tumbuhan, dan produk turunannya.

Momentum tersebut juga digunakan untuk memperluas kontribusi sosial Karantina kepada masyarakat.

“Kami ingin menghadirkan Karantina yang semakin dekat dengan masyarakat. Semangat pengabdian tidak hanya diwujudkan melalui tugas dan fungsi perkarantinaan, tetapi juga melalui kegiatan sosial, edukasi, dan pelayanan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Alfian berharap kolaborasi dengan PMI Provinsi Sulawesi Tengah dapat ikut meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan donor darah secara sukarela dan rutin.

Donor darah menjadi salah satu dari sejumlah kegiatan yang disiapkan Balai Karantina Sulawesi Tengah dalam rangka Semarak Hari Karantina ke-149.

Rangkaian lainnya meliputi deklarasi perkarantinaan bersama pemerintah daerah dan desa, keterlibatan 1.000 pelaku usaha ekspor dan UMKM, jalan sehat, vaksinasi rabies gratis, pemeriksaan kesehatan hewan gratis, Karantina Goes to Campus and School, hingga anjangsana kepada para purnabakti.

Rangkaian kegiatan tersebut mengusung tema “Dari Penjaga Gerbang ke Diplomasi Ekonomi Menuju Indonesia Emas.”

Balai Karantina Sulawesi Tengah berharap semangat kebersamaan, kepedulian, dan pengabdian tersebut tidak berhenti pada momentum peringatan, tetapi terus menjadi bagian dari budaya kerja.

Melalui aksi donor darah dan kegiatan sosial lainnya, Karantina ingin memperkuat kehadirannya tidak hanya sebagai institusi yang menjaga sumber daya hayati, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang memberi manfaat langsung.

Narahubung

Kepala Biro Hukum dan Humas, Sekretariat Utama Badan Karantina Indonesia

Siaran Pers

Badan Karantina Indonesia

Nomor : 0210/R-Barantin/10.2026

Bagikan Berita