Logo

Karantina Bengkulu Kawal Ekspor 270 Meter Kubik Kayu Karet Olahan ke Tiongkok

11 Juli 2026
59 dibaca
Karantina Bengkulu Kawal Ekspor 270 Meter Kubik Kayu Karet Olahan ke Tiongkok

Bengkulu — Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Bengkulu kembali memfasilitasi ekspor komoditas unggulan daerah berupa 270 meter kubik kayu karet olahan yang dikirimkan ke Tiongkok pada Sabtu (11/7). Hal ini menegaskan peran Barantin dalam memastikan komoditas ekspor Indonesia memenuhi persyaratan kesehatan negara tujuan sekaligus mendukung peningkatan daya saing produk nasional di pasar internasional.

Kepala Karantina Bengkulu, drh. Betty Fajarwati, M.H. menyampaikan bahwa keberhasilan ekspor ini menjadi bukti sinergi yang baik antara pemerintah dan pelaku usaha dalam menjaga mutu komoditas ekspor. "Karantina tidak hanya menjalankan fungsi perlindungan terhadap sumber daya alam hayati melalui tindakan karantina, tetapi juga berperan sebagai fasilitator perdagangan yang memastikan komoditas ekspor memenuhi persyaratan negara tujuan," ujarnya.

Sebelum dikirim, seluruh komoditas telah melalui serangkaian tindakan karantina tumbuhan, meliputi pemeriksaan administratif, pemeriksaan fisik dan kesehatan, serta tindakan perlakuan sesuai persyaratan negara tujuan. Setelah dinyatakan memenuhi ketentuan, sebagai jaminan bahwa kayu olahan yang diekspor aman dan bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) diterbitkan Phytosanitary Certificate. Proses sertifikasi ini merupakan bagian dari tugas Barantin dalam mendukung kelancaran ekspor sekaligus menjaga kepercayaan negara tujuan terhadap produk Indonesia.

Sebagai informasi, kayu olahan merupakan salah satu komoditas ekspor andalan Bengkulu yang memiliki permintaan tinggi di pasar global. Tiongkok menjadi salah satu negara tujuan utama ekspor produk kayu Indonesia sehingga pemenuhan standar kesehatan tumbuhan menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan perdagangan.

Menurut data Best Trust Barantin, pada periode 1 Januari hingga 30 Juni 2026, tercatat sebanyak 727,26 meter kubik kayu karet olahan asal Bengkulu telah diekspor ke Tiongkok. Nilainya mencapai 4 milyar dalam tiga kali pengiriman yang dilakukan melalui Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu.

Barantin terus memperkuat perannya sebagai fasilitator perdagangan yang menjamin keamanan hayati komoditas ekspor tanpa mengurangi kecepatan pelayanan. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global serta mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan ekspor komoditas unggulan.

“Dengan sertifikasi karantina yang tepat dan ketat, kami mendukung kelancaran akses pasar internasional bagi komoditas dan produk pertanian asal Bengkulu. Peningkatan ekspor tentunya berimplikasi positif terhadap perekonomian masyarakat," tutup Betty.

Narahubung :
Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Utama Badan Karantina Indonesia

Siaran Pers
Badan Karantina Indonesia
Nomor: 1507/R-Barantin/07.2026
Bengkulu, 11 Juli 2026

Bagikan Berita