Sekretaris Utama Barantin, Shahandra Hanitiyo, menyampaikan bahwa Kampung Pangan Terpadu tidak hanya menjadi kawasan produksi, tetapi juga ruang edukasi dan inovasi pangan bagi masyarakat dan generasi muda. Program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat.
Seluruh benih dan bibit yang disalurkan telah melalui pemeriksaan dan pengujian laboratorium karantina untuk memastikan bebas dari hama dan penyakit. Pengembangan kawasan ini juga melibatkan Pemerintah Provinsi Jambi, HKTI, PAPTAKI, kelompok tani, serta berbagai pihak lainnya sebagai wujud kolaborasi dalam mengoptimalkan potensi pangan daerah secara berkelanjutan.
Melalui Kampung Pangan Terpadu, Barantin mendorong sinergi antara perlindungan sumber daya hayati, pengembangan komoditas lokal, dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian menuju Hari Karantina Indonesia ke-149 dan HUT ke-3 Badan Karantina Indonesia.
Kembali ke Berita
Berita
Karantina Dorong Kampung Pangan Terpadu, Salurkan 30.000 Benih Nila hingga Kacang Koro
13 Oktober 2026
20 dibaca
Kontributor
Bagikan Berita
Berita Terkait

Produksi CPO Bengkulu 1,31 Juta Ton, Ekspornya Kini Didorong Tercatat dari Daerah Sendiri
5 November 2026

Tegakkan Biosekuriti, Karantina Jatim Musnahkan Komoditas Tanpa Dokumen dan Ratusan Sampel Uji
4 November 2026

Karantina Jateng Gagalkan Pengiriman 3.287 Burung Tanpa Dokumen, 192 Ekor Dilindungi
5 November 2026