Purwokerto – Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (Karantina) Jawa Tengah melalui Wilayah Layanan Kantor Pos Purwokerto, Satuan Pelayanan (Satpel) Pelabuhan Tanjung Intan melakukan sertifikasi vanili skala mikro sebelum bertolak ke Jepang, pada Rabu (15/07).
“Komoditas perkebunan bernilai tinggi, vanili yang sering dikenal dengan sebutan emas hijau kembali menunjukkan taringnya di pasar internasional. Sebagai informasi bahwa Jepang terkenal sebagai negara dengan standar food safety dan ketertelusuran produk tinggi di dunia. Keberhasilan vanili skala mikro ini lolos sertifikasi karantina membuktikan bahwa kualitas produk perkebunan tradisional berdaya saing menembus pasar premium di Jepang, “ungkap Yohannes Kristiawan selaku Penanggung jawab Satpel Pelabuhan Tanjung Intan, Cilacap.
Sebelum diterbangkan ke Negeri Sakura, petugas karantina yang bertugas di Wilayah Layanan Kantor Pos Purwokerto melakukan pemeriksaan tindakan karantina tumbuhan secara komprehensif terhadap 1,95 kilogram vanili kering. Pemeriksaan ini krusial untuk memastikan vanili higienis dari kontaminasi cendawan, bebas serangga OPTK target yang dipersyaratkan oleh ketentuan biosekuriti Jepang.
Berdasarkan data Best Trust diketahui andalan kegiatan ekspor vanili rutin setiap bulan di Wilayah Layanan Kantor Pos Purwokerto. Pada bulan April 2026 diketahui frekuensi 2 kali sejumlah 4 kilogram, bulan Mei 2026 diketahui frekuensi 6 kali sejumlah 10 kilogram, bulan Juni 2026 diketahui frekuensi 5 kali sejumlah 5 kilogram. Negara tujuan ekspor vanili asal Purwokerto yaitu Jepang, Amerika Serikat dan Timur Tengah.
Dalam waktu yang hampir bersamaan di tempat berbeda, Hari Yuwono Ady selaku Kepala Karantina Jawa Tengah menyatakan bahwa kualitas dan pemenuhan regulasi internasional tidak diukur dari besar atau kecilnya volume pengiriman, tetapi kualitas. keamanan produk dan kesehatan dari Risiko hama penyakit yang berbahaya . Dukungan penuh terhadap ekspor skala mikro ini merupakan implementasi nyata fungsi karantina sebagai fasilitator perdagangan bagi para petani lokal.
Setelah dinyatakan layak ekspor maka diterbitkan Phytosanitary Certificate sebagai jaminan resmi bahwa vanili tersebut aman dikonsumsi dan bebas risiko biosekuriti. Pendampingan karantina diharapkan memicu petani vanili di Jawa Tengah terus berinovasi meningkatkan produksi, sehingga pengiriman skala kecil bertumbuh menjadi skala besar secara berkelanjutan.
#karantinajateng
#jaganegeri
#fasilitasiperdagangan
#perlindunganmaksimal
#pelayananoptimal




