Logo

Karantina Jatim Fasilitasi Lalu Lintas 14 Ton Tembakau asal Madura ke Sulawesi Selatan.

27 Juli 2026
21 dibaca
Karantina Jatim Fasilitasi Lalu Lintas 14 Ton Tembakau asal Madura ke Sulawesi Selatan.

Bangkalan - Bagi masyarakat Madura, tembakau memiliki peran penting khususnya untuk ekonomi masyarakat

karena merupakan salah satu sumber penghasilan terbesar bagi petani di sejumlah wilayah Madura. Produksi tembakau dari empat kabupaten di Madura merupakan yg terbesar di Jawa Timur dan di Indonesia.

Berdasarkan data statistik BPS Tahun 2025 menunjukkan produksi tembakau di Pulau Madura sebesar 29,29% dari total produksi tembakau di Jawa Timur dan 12,93% dari seluruh produksi tembakau di Indonesia. Sumber yang sama juga menyatakan bahwa jumlah pekerja pada sektor industri mikro dan kecil di Jawa Timur pada peringkat kedua didominasi oleh pekerja pada industri pengolahan tembakau sebanyak 26,17%. Nilai-nilai ini menjadikan tembakau sebagai komoditas yang penting untuk dijaga kelestarian dan keberlanjutan eksistensinya di Jawa Timur.

Tembakau sendiri merupakan salah satu Media Pembawa (MP) dari jenis tanaman perkebunan yang merupakan komoditas wajib periksa karantina. Dalam lalu-lintas perdagangannya, karantina memiliki tugas untuk memeriksa kesehatannya agar tidak menjadi perantara penyebaran hama penyakit dari satu daerah ke daerah lain.

Sebanyak 14 ton tembakau kering yang akan dilalu-lintaskan ke luar Pulau Madura dengan tujuan Kabupaten Maros, Sulawesi Selaran telah diperiksa pada hari Rabu tanggal 22 Juli 2026. Nilai ekonomis dari 14 ton tembakau yang dilalu-lintaskan mencapai Rp.420.000.000,- Pemeriksaan dilakukan oleh Ervina, Analis Perkarantinaan Tumbuhan di Satpel Bangkalan meliputi pemeriksaan administratif dan kesehatan.

Pemeriksaan administratif meliputi kelengkapan, keabsahan, dan kebenaran dokumen, sedangkan pemeriksaan kesehatan meliputi pemeriksaan langsung secara visual terhadap kondisi MP yang dilalu-lintaskan.

“Tugas fungsi karantina dalam memastikan kesehatan komoditas yang dilalu-lintaskan baik untuk perdagangan ataupun tujuan lainnya, baik dalam skala domestik maupun internasional, menunjukkan kehadiran Pemerintah dalam melindungi setiap daerah dari penyebaran hama penyakit yang terbawa dalam lalu-lintasnya, mendukung keberhasilan perdagangan dan kemajuan ekonomi, yang kemudian bermuara pada keberlanjutan pertanian di Indonesia. Hal ini merupakan implementasi dari tujuan Karantina sebagaimana ditekankan oleh Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, agar selalu mengedepankan Pelindungan yang Maksimal dan Pelayanan yang Optimal” ujar Plt Karantina Jawa Timur, Hudiansyah Is Nursal di tempat terpisah.

Bagikan Berita