Semarang - Badan Karantina Indonesia (Barantin) memperingati 149 Tahun Karantina Indonesia sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 Badan Karantina Indonesia melalui upacara yang diselenggarakan di halaman Kantor Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (PPSDMKHIT). Secara serempak masing-masing Unit Pelaksana Teknis (UPT) Barantin se-Indonesia juga melaksanakan upacara bendera pada Senin (19/10).
Karantina Jawa Tengah menggelar upacara bendera yang berlangsung khidmat di halaman kantor, Jalan Sudirman Nomor 81 Semarang. Bertindak sebagai inspektur upacara, Kepala Sub Bagian Umum, Zulhan Efendi. Upacara peringatan hari karantina ini menjadi momentum krusial untuk memperkuat benteng biosekuriti, mengakselerasi komoditas ekspor nasional dan merefleksikan diri atas perjalanan panjang karantina.
Pada kesempatan itu direview kembali mengingatkan bahwa sejarah karantina Indonesia berawal dari ancaman nyata wabah karat daun kopi (Hemileia vastatrix) pada 1877 yang berdampak besar terhadap perekonomian. Karantina tidak hanya sekedar sertifikasi dokumen saja tetapi menjadi instrumen strategis negara dalam mencegah masuk, keluar, dan tersebarnya hama serta penyakit yang dapat mengancam kekayaan hayati nusantara.
Sesuai arahan Kepala Barantin, Abdul Kadir Karding bahwa Barantin mengemban dua mandat yang tidak dapat dipisahkan, yakni melindungi keamanan biosekuriti hayati sekaligus menjadi akselerator pertumbuhan ekonomi nasional melalui fasilitasi lalu lintas perdagangan global komoditas pertanian, perikanan. Layanan karantina yang cepat, transparan, dan berstandar internasional menjadi kunci utama dalam meningkatkan kepercayaan mitra dagang global, daya saing dan akses pasar produk unggulan nusantara.
Karantina Jawa Tengah siap mendukung dan mengimplementasikan lima agenda prioritas Barantin untuk memperkuat kelembagaan dan meningkatkan efektivitas penyelenggaraan perkarantinaan nasional. Adapun agenda prioritas itu yaitu modernisasi sarana dan instalasi karantina; modernisasi laboratorium standar akreditasi internasional; memperkuat pengawasan karantina dengan memperkuat sinergi petugas karantina, PPNS, Polsus penegak hukum lainnya; mempercepat transformasi digital dan interoperabilitas pelayanan karantina; memperkuat kapasitas, profesionalisme, dan integritas sumber daya manusia karantina.
Peringatan 149 Tahun Karantina Indonesia sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 Badan Karantina Indonesia saat ini menjadi momen penting memperkuat pengabdian, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memperkokoh peran karantina modern, profesional, berintegritas, memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan, kelestarian sumber daya hayati, dan kemajuan ekonomi nasional secara berkelanjutan.
Dirgahayu Karantina siap mendukung tercapainya visi besar Indonesia Emas 2045.
149 tahun Karantina Indonesia, 3 tahun Badan Karantina Indonesia
Dari Penjaga Gerbang ke Diplomasi Ekonomi Menuju Indonesia Emas
#karantinajateng
#hutkarantinake149
#hutbarantinke3
#perlindunganmaksimal
#pelayananoptimal



