Balikpapan (30/1) – Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalimantan Timur menghadiri kegiatan Meet to Match (M2M) Batch 4 yang diselenggarakan oleh Dinas Perdagangan Kota Balikpapan sebagai tindak lanjut pengembangan Program Desa Devisa bagi Kelompok Tani Daun Sop Ceria. Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas Perdagangan Kota Balikpapan ini menjadi wadah sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga pembiayaan, dan instansi terkait dalam mendorong komoditas lokal menembus pasar ekspor.
Kehadiran Karantina Kalimantan Timur merupakan bentuk komitmen dalam mendukung peningkatan daya saing produk pertanian dan UMKM agar mampu memenuhi persyaratan negara tujuan ekspor. Melalui pendampingan, edukasi, serta fasilitasi tindakan karantina, Karantina hadir sebagai mitra strategis bagi para pelaku usaha untuk mewujudkan produk yang sehat, aman, dan memenuhi standar internasional.

Sebagai salah satu instansi yang memiliki peran penting dalam rantai perdagangan internasional, Karantina Kalimantan Timur senantiasa memberikan dukungan kepada para pengguna jasa agar semakin banyak komoditas unggulan daerah yang berhasil menembus pasar global. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pelayanan karantina yang profesional, cepat, dan akuntabel, sekaligus memberikan pembinaan mengenai persyaratan kesehatan dan keamanan hayati (biosecurity) yang harus dipenuhi sebelum komoditas diekspor.
Selain mendukung percepatan ekspor, Karantina juga mengemban tugas utama dalam menjaga sistem biosecurity Indonesia. Melalui serangkaian tindakan pemeriksaan, pengasingan, pengamatan, perlakuan, penahanan, penolakan, hingga pemusnahan apabila diperlukan, Karantina memastikan media pembawa hama dan penyakit tidak menyebar, baik dari luar negeri maupun dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia serta antararea di dalam negeri. Upaya ini menjadi garda terdepan dalam melindungi sumber daya alam hayati, sektor pertanian, perikanan, dan peternakan Indonesia dari ancaman organisme pengganggu serta penyakit yang dapat menimbulkan kerugian ekonomi maupun lingkungan.

Kegiatan Meet to Match ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat lahirnya eksportir baru dari Kalimantan Timur. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, potensi komoditas unggulan daerah akan semakin berkembang, memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah, sekaligus tetap terlindungi melalui penerapan sistem biosecurity yang kuat.
Karantina Kalimantan Timur berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik dengan semangat "Pelindungan Maksimal, Pelayanan Optimal", sehingga setiap komoditas yang dilalulintaskan tidak hanya memiliki daya saing tinggi di pasar internasional, tetapi juga tetap menjamin keamanan hayati Indonesia.


