Labuan Bajo, 24 Juli 2026 – Karantina NTT melalui Satuan Pelayanan Labuan Bajo turut ambil bagian dalam penyusunan Dokumen Rencana Kontingensi Kesiapsiagaan dan Respons terhadap KLB/Wabah Penyakit Infeksi Emerging All Hazard yang digelar oleh Loka Kekarantinaan Kesehatan Labuan Bajo. Kegiatan ini mempertemukan berbagai instansi melalui forum kesepakatan multisektor di Bandar Udara Internasional Komodo untuk menyusun langkah bersama dalam menghadapi potensi kedaruratan kesehatan masyarakat.
Dokumen rencana kontingensi ini menjadi pedoman bagi seluruh pemangku kepentingan dalam mencegah dan menangani kejadian luar biasa atau wabah penyakit secara terpadu. Berbagai data mengenai kondisi, situasi, hingga faktor risiko kesehatan di kawasan Bandar Udara Internasional Komodo dihimpun sebagai dasar penyusunan strategi kesiapsiagaan. Harapannya, setiap instansi memiliki peran yang jelas sehingga respons terhadap kondisi darurat dapat dilakukan lebih cepat, terkoordinasi, dan mampu meminimalkan risiko bagi pelaku perjalanan, pekerja bandara, maupun masyarakat sekitar.
Pada kesempatan tersebut, drh. Kanda mewakili Karantina NTT memaparkan tugas dan fungsi karantina sebagai garda depan dalam mencegah keluar, masuk, dan tersebarnya hama serta penyakit hewan, ikan, dan tumbuhan melalui lalu lintas media pembawa. Ia juga menegaskan bahwa upaya perlindungan di pintu masuk negara tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi yang erat antar instansi agar sistem kewaspadaan dapat berjalan secara optimal.
Kepala Karantina NTT, Simon Soli, menyambut baik penyusunan dokumen tersebut sebagai langkah penting dalam memperkuat koordinasi lintas sektor. Menurutnya, kesiapsiagaan menghadapi penyakit emerging harus dibangun sejak dini melalui komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan.
"Kami berharap Karantina tetap menjadi garda terdepan dalam melakukan pencegahan penyakit yang dapat mengancam kesehatan, khususnya di Labuan Bajo, dan secara umum di seluruh bandara di Indonesia. Sinergi seperti ini penting untuk memastikan setiap potensi ancaman dapat diantisipasi sejak awal," ujar Simon Soli.
Melalui keterlibatan aktif dalam penyusunan rencana kontingensi ini, Karantina NTT menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Dengan kesiapsiagaan yang terencana dan terkoordinasi, upaya pencegahan penyebaran penyakit di pintu masuk negara diharapkan semakin efektif, sehingga keamanan dan kesehatan masyarakat tetap terjaga sekaligus mendukung Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata internasional yang aman.



