Logo

Rumput Laut Jadi Andalan Sulsel, Karantina Kawal Ekspor ke Pasar Tiongkok

16 September 2026
17 dibaca
Rumput Laut Jadi Andalan Sulsel, Karantina Kawal Ekspor ke Pasar Tiongkok

Kontributor

Makassar — Rumput laut menjadi salah satu komoditas unggulan Sulawesi Selatan yang memiliki peran besar dalam perdagangan dengan Tiongkok. Tingginya volume pengiriman menunjukkan besarnya potensi pasar sekaligus pentingnya menjaga konsistensi pemenuhan persyaratan negara tujuan.

Berdasarkan data BESTTRUST, sepanjang Januari hingga Agustus 2026, ekspor komoditas ikan dan tumbuhan dari Sulawesi Selatan ke Tiongkok tercatat mencapai 94.316 ton dengan nilai ekonomi sekitar Rp4,6 triliun. Lalu lintas ekspor tersebut tercatat dalam 3.962 sertifikat karantina yang diterbitkan.

Dari jumlah tersebut, rumput laut menjadi salah satu komoditas yang mendominasi dari sisi volume. Sepanjang periode yang sama, ekspor rumput laut Sulawesi Selatan ke Tiongkok mencapai 80.099 ton dengan nilai sekitar Rp1,7 triliun. Besarnya volume tersebut menunjukkan posisi penting rumput laut dalam perdagangan komoditas Sulawesi Selatan dengan pasar Tiongkok.

Untuk menjaga keberlanjutan akses pasar tersebut, Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Selatan (Karantina Sulawesi Selatan) terus mengawal pemenuhan persyaratan ekspor. Petugas Karantina turun langsung melakukan pemeriksaan fisik dan pengambilan sampel terhadap rumput laut yang akan dikirim ke Tiongkok.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi komoditas, kesesuaian dokumen, serta pemenuhan persyaratan karantina yang ditetapkan negara tujuan. Sampel yang diambil selanjutnya menjalani pengujian laboratorium, termasuk untuk mendeteksi Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) yang menjadi perhatian negara tujuan.

Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah, mengatakan besarnya potensi ekspor rumput laut harus diikuti dengan konsistensi dalam memenuhi persyaratan Tiongkok agar akses pasar yang telah terbentuk dapat terus dipertahankan.

“Rumput laut merupakan salah satu komoditas unggulan Sulawesi Selatan yang memiliki pasar besar di Tiongkok. Potensi ini harus kita jaga bersama. Karantina hadir untuk memastikan persyaratan negara tujuan terpenuhi sekaligus memberikan pelayanan dan pendampingan kepada pelaku usaha agar ekspor dapat terus berjalan dengan baik,” ujar Sitti.

Menurutnya, pemenuhan persyaratan tidak hanya menentukan kelancaran satu kali pengiriman, tetapi juga berperan dalam menjaga kepercayaan dan keberterimaan produk Sulawesi Selatan dalam jangka panjang.

“Ketika persyaratan dapat dipenuhi secara konsisten, kepercayaan negara tujuan juga akan semakin kuat. Harapannya, rumput laut Sulawesi Selatan mampu mempertahankan pasar yang sudah ada sekaligus membuka peluang yang lebih luas di pasar global,” tambahnya.

Melalui pemeriksaan, pengujian, dan pendampingan kepada pelaku usaha, Karantina Sulawesi Selatan terus mendukung kelancaran ekspor sekaligus menjaga daya saing komoditas unggulan daerah di pasar internasional.

Bagikan Berita