Karantina Papua Barat Daya Dukung Pengembangan Sawit Melalui Pengawasan Bibit


Karantina Papua Barat Daya Menghadiri Workshop dan Pasar Benih dengan Tema "Meningkatkan Perekonomian Daerah 3T ( Tertinggal, Terluar Terdepan ) dengan Kelapa Sawit" yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Forum Pertanian Kelapa Sawit JayaIndonesia (POPSI) dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).
Dalam laporan dan sambutan yang disampaikan Oleh Ketua Umum dan Pembina POPSI, Papua Barat Daya dinilai memiliki potensi yang besar untuk pengembangan perkebunan kelapa sawit. Salah satu aspek penting yang menjadi perhatian dalam pengembangan komoditas tersebut adalah penggunaan benih unggul guna mendukung produktifitas dan keberlanjutan usaha perkebunan.
Sejalan dengan semangat tersebut Karantina Papua Barat Daya memandang bahwa bibit unggul perlu didukung dengan jaminan kesehatan bibit agar yerhindar dari risiko penyebaran hama dan penyakit tumbuhan.
"Bibit Unggul akan menghasilkan hasil yang optimal apabila kondisi kesehatannya juga terjamin. Karena itu pengawasan Karantina terhadap lalu lintas bibit menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran hama dan penyakit tumbuhan" ujar kepala karantina Papua Barat daya, I Wayan Kertanegara.
Melalui Pengawasan dan Tindakan Karantina terhadap Benih dan Bibit tanaman yang dilalulintaskan, Karantina berperan dalam menjaga Kesehatan Tumbuhan serta Mencegah Masuk dan Tersebarnya Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK)
Upaya ini menjadi bagian dari Perlindungan Sumber Daya Alam hayati Sekaligus mendukung pengembangan sektor perkebunan yang sehat, produktif, dan berkelanjutan di papua barat daya


