Karantina Sulawesi Selatan Kawal Pengiriman Ratusan Ton Komoditas Pertanian ke Batulicin
Makassar – Karantina Sulawesi Selatan melalui tempat layanan Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar melakukan pengawasan lalu lintas komoditas pertanian guna memastikan keamanan pangan dan kesehatan tumbuhan yang keluar dari wilayah tersebut. Pemeriksaan dan pengawasan dilakukan oleh petugas karantina terhadap muatan di Kapal Dharma Ferry 3 yang bersandar di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar.
Dalam pengawasan tersebut, tercatat sebanyak 165 ton bawang merah, 5 ton cabai, 1,5 ton labu siam, dan 1,6 ton kol tengah, 2,5 ton tomat 6,5 ton cabe merah dan 5 ton mangga dipersiapkan untuk diberangkatkan menuju Batulicin, Kalimantan Selatan.
Langkah ini guna memastikan bahwa seluruh komoditas hortikultura yang dikirim telah memenuhi persyaratan karantina dan bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).
Selain memastikan kelengkapan dokumen, petugas karantina di lapangan juga melakukan pemeriksaan fisik guna melihat kondisi dan kesesuaian komoditas sebelum pemuatan di kapal. Hal ini menjadi krusial mengingat volume pengiriman yang cukup besar dan peran penting komoditas tersebut bagi stabilitas pasokan pasar di daerah tujuan.
Menanggapi kegiatan pengawasan tersebut, Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh dalam memfasilitasi perdagangan komoditas pertanian yang sehat dan aman.
"Pengawasan terhadap pengiriman ratusan ton komoditas pertanian ini adalah bagian dari tugas rutin kami untuk memastikan bahwa seluruh komoditas baik itu hewan, ikan maupun tumbuhan yang keluar dari Sulawesi Selatan memiliki kualitas terbaik dan tidak membawa risiko penyebaran hama ke wilayah lain. Kami ingin memastikan distribusi pangan menuju Batulicin berjalan lancar tanpa hambatan kesehatan tumbuhan, sehingga masyarakat di sana mendapatkan pasokan yang layak konsumsi," ujarnya.
Melalui koordinasi yang solid antara petugas karantina dan pengguna jasa, diharapkan arus logistik pangan nasional tetap terjaga integritasnya demi mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.

