Logo

Kawal Ekspor Udang dan Turunannya Tujuan USA, Karantina Jakarta Jamin Ketertelusuran & Produk Aman

7 April 2026
614 dibaca
Kawal Ekspor Udang dan Turunannya Tujuan USA, Karantina Jakarta Jamin Ketertelusuran & Produk Aman

JAKARTA - Karantina DKI Jakarta melakukan pemeriksaan fisik terhadap komoditas perikanan unggulan berupa udang mentah (raw shrimp) dan udang tepung (breaded shrimp) sebanyak 12.864 kilogram yang akan diekspor ke Amerika Serikat. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (07/04) di gudang PT Wirontono Baru, Ancol, Jakarta Utara ini, mencakup pemeriksaan terhadap 1.340 karton produk. Dengan nilai ekonomi mencapai Rp2 miliar, pengiriman ini menjadi bukti nyata potensi besar sumber daya perikanan Indonesia di pasar internasional.

Dalam pelaksanaan tugas tersebut, Petugas Karantina, Ravi Mahendra dan Fathi Alauddin Sulthan, memastikan kesesuaian jenis dan jumlah media pembawa berdasarkan dokumen ekspor yang diajukan. Pemeriksaan fisik dilakukan secara mendalam untuk menjamin bahwa komoditas yang dikirim benar-benar memenuhi standar teknis dan administratif yang dipersyaratkan. Ketelitian ini sangat krusial guna menjaga kepercayaan konsumen luar negeri serta memastikan reputasi produk ekspor asal Indonesia tetap terjaga di level tertinggi.

Amir Hasanuddin, Kepala Karantina DKI Jakarta, menyatakan bahwa jaminan kesehatan dan keamanan produk adalah prioritas utama dalam setiap proses sertifikasi ekspor. "Kami memastikan produk udang asli Indonesia ini bebas dari penyakit ikan karantina serta kontaminasi radioaktif melalui lampiran Certificate of Analysis (COA) dan hasil uji Cesium-137. Melalui pengawasan ketat, Karantina DKI Jakarta berkomitmen melindungi sumber daya hayati sekaligus memfasilitasi perdagangan yang aman demi kemajuan ekonomi nasional," ungkap Amir.

Keberhasilan ekspor ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat akan pentingnya peran karantina dalam melindungi kekayaan alam Indonesia. Masyarakat dan pelaku usaha diimbau untuk selalu melaporkan aktivitas lalu lintas komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan demi mencegah ancaman penyakit yang dapat merusak ekosistem. Dengan sinergi yang kuat antara masyarakat dan pemerintah, perlindungan terhadap sumber daya alam hayati dapat dilakukan secara optimal untuk keberlanjutan generasi mendatang.

Bagikan Berita