Nusa Tenggara Timur – Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Badan Karantina Indonesia (Barantin) menunjukkan aksi nyata kepedulian sosial dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi pegawai, keluarga pegawai, serta masyarakat yang terdampak bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (5/9). Bantuan tersebut terkumpul dari hasil donasi dan kebersamaan keluarga besar Barantin di seluruh Indonesia sebagai wujud solidaritas serta semangat gotong royong dalam membantu sesama yang sedang tertimpa musibah.
Paket bantuan yang disalurkan meliputi berbagai kebutuhan mendesak, antara lain kebutuhan logistik berupa sembako, air minum, dan bahan pokok harian. Perlengkapan keluarga berupa kasur, selimut, serta kebutuhan khusus perempuan dan perlengkapan harian. Sedangkan untuk dukungan operasional berupa perlengkapan pendukung pelayanan darurat. Selain itu, bantuan dana dialokasikan khusus untuk wilayah yang sulit dijangkau agar kebutuhan mendesak di lokasi dapat dipenuhi secara cepat dan tepat. Total seluruh bantuan tersebut sebanyak Rp185 juta.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Satuan Pelayanan (Satpel) Reo oleh Direktur Tindakan Karantina Tumbuhan sekaligus pengurus KORPRI Barantin Pusat, Abdul Rahman, didampingi Kepala Karantina NTT, Simon Soli. Bantuan tersebut diterima langsung oleh para Kepala Satpel dari wilayah terdampak, yakni Satpel Reo, Maropokot, Labuan Bajo, dan Maumere.
Bantuan diprioritaskan untuk pegawai beserta keluarga yang terdampak, sekaligus disalurkan kepada warga sekitar yang membutuhkan.
Selain menyerahkan logistik, tim juga turun langsung meninjau kondisi lapangan pascabencana. Langkah ini dilakukan untuk memastikan layanan karantina tetap berjalan optimal sekaligus menginventarisasi kebutuhan operasional di setiap satuan pelayanan.
Melalui aksi kemanusiaan ini, KORPRI Barantin berharap dukungan yang disalurkan dapat meringankan beban para korban serta memperkuat semangat kebersamaan selama masa pemulihan pascabencana di NTT.




