Logo

Menteri UMKM Dorong Barantin Bertransformasi, dari Keeper jadi Striker Ekspor Nasional

23 Oktober 2026
196 dibaca
Menteri UMKM Dorong Barantin Bertransformasi, dari Keeper jadi Striker Ekspor Nasional

Kontributor

Penulis
Wem
Fotografer
CMS Editor

Jakarta - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mendorong Badan Karantina Indonesia (Barantin) memperluas perannya, dari institusi yang menjaga keamanan hayati menjadi penggerak yang membantu produk UMKM menembus pasar global.

Transformasi tersebut digambarkan melalui semangat "From Keeper to Striker", yakni perubahan dari peran menjaga dan melindungi menjadi lebih aktif membuka peluang perdagangan internasional.

Pesan itu disampaikan Maman saat memberikan sambutan dalam pembukaan Indonesia Quarantine Expo (IQExpo) 2026 yang mengusung tema "Protecting Indonesia, Connecting the World".

Menurut Maman, peran karantina tidak lagi cukup hanya memastikan komoditas yang masuk dan keluar Indonesia memenuhi persyaratan. Lebih dari itu, Barantin diharapkan menjadi mitra strategis pelaku UMKM dalam meningkatkan daya saing produk di pasar internasional.

"Saya berharap kehadiran Badan Karantina Indonesia, selain menjalankan fungsi proteksi, juga menjadi pendamping bagi teman-teman UMKM," ujar Maman saat memberikan kata sambutan, Jumat, (23/10). 

Ia mengapresiasi penyelenggaraan IQExpo 2026 yang dinilainya menjadi momentum penting untuk memperkuat perlindungan sumber daya hayati sekaligus membuka kesempatan lebih luas bagi pelaku usaha nasional. Maman secara khusus menyoroti tema "Protecting Indonesia, Connecting the World" yang menurutnya mencerminkan keseimbangan antara fungsi perlindungan dan upaya membangun konektivitas perdagangan global.

Ia menilai, selama ini istilah proteksi kerap dipersepsikan sebagai bentuk pembatasan. Namun, melalui semangat connecting the world, Barantin menunjukkan bahwa perlindungan sumber daya hayati dapat berjalan beriringan dengan upaya memperluas akses pasar.

"Ini dahsyat. Tepuk tangan sekali lagi buat Barantin," kata Maman mengapresiasi tema yang diusung dalam pameran tersebut.

Menurut dia, Indonesia tidak hanya perlu memastikan keamanan dan kualitas komoditas yang diperdagangkan, tetapi juga memperkuat kemampuan pelaku usaha agar dapat memanfaatkan peluang perdagangan nasional maupun internasional.

Hal ini menjadi semakin penting mengingat Indonesia memiliki beragam komoditas unggulan dari sektor pertanian, perkebunan, perikanan, hingga industri pengolahan yang berpotensi dikembangkan menjadi produk ekspor bernilai tambah.

Maman mengatakan, kekayaan sumber daya hayati Indonesia merupakan modal besar untuk memperkuat daya saing UMKM. Namun, potensi tersebut harus diimbangi dengan kesiapan pelaku usaha dalam memenuhi persyaratan pasar tujuan.

Salah satu tantangan yang dihadapi UMKM, menurut dia, adalah keterbatasan pemahaman mengenai ketentuan perdagangan internasional, termasuk standar keamanan produk dan persyaratan karantina.

Karena itu, Maman berharap Barantin dapat memperkuat kolaborasi dengan Kementerian UMKM, terutama dalam memberikan pendampingan serta meningkatkan literasi hukum, manajemen usaha, dan pemahaman terhadap standar ekspor.

Ia mengingatkan bahwa pelaku usaha yang ingin memasuki pasar internasional tidak bisa hanya mengandalkan pemenuhan standar yang berlaku di dalam negeri.

"Kalau kita sudah bicara ekspor, kita tidak bisa lagi hanya memenuhi standar registrasi kita sendiri, tetapi harus menyesuaikan dengan standar negara tujuan ekspor. Di sinilah peran Badan Karantina menjadi penting," tegasnya.

Melalui pendampingan tersebut, pelaku UMKM diharapkan semakin memahami prosedur dan persyaratan karantina sehingga hambatan perdagangan dapat diminimalkan sejak tahap persiapan ekspor.

Maman menekankan bahwa sistem karantina memiliki peran strategis, bukan hanya dalam mencegah masuk dan tersebarnya hama serta penyakit, melainkan juga dalam mendukung kelancaran perdagangan komoditas hewan, ikan, tumbuhan, dan produk turunannya sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan demikian, penguatan fungsi karantina dan pemberdayaan UMKM diharapkan dapat saling melengkapi dalam meningkatkan daya saing produk nasional.

Melalui semangat "From Keeper to Striker", Barantin diharapkan tidak hanya menjadi penjaga pintu perdagangan, tetapi juga mitra yang membantu UMKM mempersiapkan produk, memenuhi standar negara tujuan, dan memperluas akses ke pasar global.

Bagikan Berita